IQNA

Masjid Marrakesh Maroko Terbakar Setelah Gempa

14:09 - September 12, 2023
Berita ID: 3478914
MARRAKESH (IQNA) - Duka mendalam saat ini masih menyelimuti langit Maroko. Gempa berskala tinggi tidak hanya menghancurkan rumah, tetapi juga bangunan bersejarah.
Terbaru, viral di media sosial rekaman gambar usai gempa pada Jumat (8/9/2023) malam, yang menunjukkan kepulan asap membubung dari Masjid Kutubiya abad ke-12 di Marrakesh. Terlihat banyak warga yang menjerit ketakutan dan berlarian di sisi jalan.
 
Di video tersebut, terlihat pula penduduk setempat yang membawa anak-anak melarikan diri dari lokasi kejadian setelah gempa. Setidaknya sampai saat ini 2.497 orang dikatakan tewas setelah bencana alam itu.
 
Berukuran 69 meter, menara masjid yang dikenal oleh banyak orang sebagai “atap Marrakesh” itu mengalami kerusakan struktural setelah gempa. Meski ada kekhawatiran bangunan tersebut akan rubuh, tetapi strukturnya masih tetap berdiri.
 
Hal ini menyusul munculnya rekaman yang menunjukkan truk bantuan meluncur ke Kota Marrakesh, saat upaya bantuan di negara tersebut dimulai.
 
Kerusakan parah dilaporkan meluas ke seluruh situs Warisan Dunia UNESCO itu. Bagian tembok merah yang langsung dikenali di sekitar Kota Tua Marrakesh menjadi puing-puing.
 
Tiga hari berkabung nasional pun telah diumumkan di negara tersebut, seiring dengan berlanjutnya upaya pemberian bantuan.
 
Dilansir di LBC, Selasa (12/9/2023), rekaman yang dibagikan secara daring menunjukkan orang-orang berteriak ketika mereka melarikan diri dari bangunan yang runtuh. Terlihat pula awan debu besar membubung di atas Marrakesh.
 
Pemandangan yang menghancurkan ini juga menunjukkan penduduk setempat berkumpul untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di reruntuhan. Sementara, banyak warga yang berkumpul di area terbuka di seluruh kota, untuk beristirahat pada malam itu.
 
Pengguna media sosial X @iamAkramPRO, yang mengunggah rekaman tersebut, menulis; "Setelah gempa 7,1 melanda Maroko, Masjid Kutubiyya mungkin runtuh #Gempa Bumi #Seisme #زلزال" Video ini telah ditonton lebih dari 750.000 kali dan 1.200 repost.
 
Banyak orang mengirimkan doa dan menyampaikan simpati mereka di kolom balasannya. Salah satu pengguna, @joshuatan88, berkata, "Bangunan dapat dibangun kembali tetapi nyawa yang hilang tidak akan pernah bisa diperoleh kembali. Pikiran dan doa ditujukan kepada semua orang di Maroko."
 
Pada Sabtu (9/9/2023), malam, Raja Maroko Mohammed VI mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Menurut media pemerintah, bendera akan dikibarkan setengah tiang di semua gedung publik.
 
Raja Maroko juga memerintahkan perlindungan, makanan dan dukungan bagi para penyintas, serta menyerukan angkatan bersenjata untuk membantu tim penyelamat.
 
Survei Geologi AS (USGS) mengatakan gempa yang melanda negara tersebut berkekuatan awal 6,8 skala Richter, ketika terjadi pada pukul 23.11 waktu setempat. Guncangan yang dirasakan masyarakat berlangsung selama beberapa detik.
 
Jaringan Pemantauan dan Peringatan Seismik Nasional Maroko mengukurnya pada 7 skala Richter. Pusat gempa terjadi di dekat kota Ighil, sekitar 70 kilometer selatan Marrakesh.
 
Adapun jumlah pasti korban tewas akibat gempa terkuat yang melanda Maroko dalam 120 tahun ini masih belum diketahui. Tim penyelamat masih berusaha menyelesaikan perjalanan yang menantang ke desa-desa pegunungan terpencil, yang terkena dampak paling parah.
 
Negara Inggris menyatakan siap membantu dengan cara apa pun yang diperlukan. Di sisi lain, Prancis, Spanyol dan Israel menawarkan bantuan dalam pencarian dan penyelamatan.
 
Berdasarkan laporan dari media lokal, jalan-jalan di dekat pusat gempa dipenuhi kendaraan dan terhalang batu-batu yang runtuh.
 
USGS mengatakan pusat gempa berada 18 kilometer (11 mil) di bawah permukaan bumi, sementara badan seismik Maroko memperkirakan pusat gempa berada pada kedalaman 8 kilometer (5 mil). Gempa dengan posisi dangkal seperti itu lebih berbahaya dari gempa bawah laut.
 
Perdana Menteri Britania Raya, Rishi Sunak mengatakan pikirannya tertuju pada semua orang yang terkena dampak gempa “mengerikan” tersebut. “Inggris siap mendukung teman-teman Maroko kami,” tulis Perdana Menteri di media sosial.
 
Pesan yang sama juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, James Cleverly. Ia menjanjikan akan memberikan dukungan dengan apa pun yang mereka bisa.
 
Meskipun gempa bumi relatif jarang terjadi di Afrika Utara, tetapi gempa berkekuatan 5,8 skala Richter melanda dekat Agadir dan menyebabkan ribuan kematian pada 1960.
 
Kepala Pemantauan dan Peringatan Seismik Institut Geofisika Nasional, Lahcen Mhanni, mengatakan gempa yang melanda Maroko tersebut luar biasa.
 
"Daerah pegunungan pada umumnya tidak menghasilkan gempa sebesar ini. Ini merupakan gempa terkuat yang pernah tercatat di wilayah tersebut," ucap dia. (HRY)
 
Sumber: khazanah.republika.co.id
 
captcha