IQNA

Kata Syahid dalam Alquran

7:01 - May 26, 2024
Berita ID: 3480145
IQNA - Dalam Alquran kata syahid dan syuhada disebutkan sebanyak 55 kali, dimana semuanya dalam arti saksi, hujjah, hadir dan sadar, dan hanya dalam satu kasus disebutkan dalam arti terbunuh dalam jalan Allah.

Kata "syahid" memiliki beragam makna; dalam arti tertentu, syahid adalah orang yang ilmunya tidak tersembunyi. Wajar jika hanya Allah saja yang mempunyai sifat-sifat demikian, oleh karena itu dalam banyak ayat telah dijabarkan sebagai gambaran sifat-sifat ketuhanan:

وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَى مَا تَعْمَلُونَ

Padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan” (QS. Ali Imran: 98). Pada tahapan berikutnya, ada para nabi: “Dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu” (QS. Al-Baqarah: 143) dan para malaikat:

وَ جَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَ شَهِيدٌ

Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi” (QS.Qaf: 21).

Syahid juga terkadang berarti saksi, misalnya ia menyebut para saksi dalam transaksi dengan nama syahid:

وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَ لَا شَهِيدٌ

Dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan” (QS. Al-Baqarah: 282), terkadang memiliki arti hadir:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ

 Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu” (QS. Al-Baqarah: 185) ) dan kadang-kadang datang dalam arti hujjah, petunjuk dan ayat:

لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

Agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia” (QS. Al-Baqarah: 143).

Secara keseluruhan kata syahid dan syuhada disebutkan sebanyak 55 kali dalam ayat suci Alquran, kecuali satu kasus, semuanya berarti saksi, bukti, hadir dan sadar. hanya dalam satu kasus disebutkan dalam arti terbunuh di jalan Allah.

فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَ الصِّدِّيقِينَ وَ الشُّهَدَاءِ

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid”. (QS. An-Nisa: 69)

Tentu saja, pada masa Rasulullah (saw) dan setelahnya, gelar syahid banyak digunakan bagi mereka yang terbunuh di jalan Allah.

Mungkin karena itulah, orang yang terbunuh di jalan Allah disebut syahid karena ia mengorbankan nyawanya di jalan menolong agama Allah dan dengan demikian bersaksi bahwa Allah dan perintah-perintah-Nya adalah benar dan selain-Nya adalah batil dan sirna.

Orang yang bersaksi tentang hak dan kebenaran di dunia karena pengorbanan nyawanya, mendapat pahala termasuk di antara barisan orang-orang yang bersaksi atas orang lain di akhirat dari Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam surah Ali Imran, 18:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (HRY)

 

Kunci-kunci: syahid ، dalam Alquran
captcha