Imam Jumat dari Bangladesh: Banyak negara yang tidak memberikan perhatian serius pada MTQ, beda halnya dengan Iran, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.
Iqna: Mohammad Rahman seorang Imam salah satu mesjid besar di Bangladesh yang datang dalam rangka menjadi peserta lomba Qiraan di MTQ internasional XXIV di Tehran mengatakan, bahwa di Iran karena pelaksanaannya mendapatkan dukungan yang sempurna dari negara, maka MTQ dapat terlaksana dengan baik. inilah yang menjadikan ciri khas MTQ di Iran yang jarang kita dapatkan di tempat lain di dunia, tambahnya.
Dia juga menambahkan, bahwa antusias masyarakat dan pihak media juga memberikan andil yang besar dalam kesuksesan penyelenggaraan MTQ.
Qari' yang telah berusia empat puluh tahun ini juga memberikan kesaksian, bahwa masyarakat Bangladesh yang 85 % penduduknya beragama Islam, walaupun kehidupan mereka tidak terlalu Islami namun perhatian dan antusias mereka terhadap berbagai aktifitas Quran.
Di Bangladesh ada dua jenis sekolah Quran, yang pertama khusus bagi yang akan ikut secara aktif dalam berbagai lomba dan yang kedua hanya sekedar ingin belajar Al Quran sahaja.
Imam Jumat ini juga menyambut baik apa yang disampaikan oleh Imam Ali Khamenei, bahwa problema utama kaum muslimin adalah tidak adanya persatuan dan kesatuan di antara mereka, padahal berbagai kekayaan dimiliki oleh negara-negara Islam, namun hal itu menjadi sia-sia akibat tidak adanya persatuan di antara mereka.
Begitu juga tidak adanya keahlian di bidang tekhnologi di sebagian besar negara Islam yang menyebabkan mereka terbelakang.
Mohammad Rahman selain aktif ikut MTQ di berbagai negara seperti Indonesia, Saudi, Pakistan, Emirat dan malaysia, dia juga aktif mengisi ceramah di delapan kanal TV di Bangladesh dalam rangka menjelaskan Islam yang sejati dan menampilkannya apa adanya. Sebagaimana dia juga berjanji akan memperkenalkan negara dan masyarakat Iran pada masyarakat Bangladesh sepulangnya dari Iran.
154679