IQNA

Barat Tidak Mau Menerima Demokrasi Islam

5:52 - October 25, 2007
Berita ID: 1594914
Hassan Musa: Negara-negara Islam termasuk Iran telah berulang kali menyelenggarakan pemilu dan berhasil menegakkan demokrasi Islam dengan baik namun barat tetap tidak mau menerima realitas tersebut.
Hassan Musa, Ketua Pusat Kajian Islam di Swedia dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa Islam merupakan agama yang baik untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan akhlak, namun barat tidak mau memahami hal itu. Menurutnya barat tidak mau menerima realitas, padahal negara-negara Islam termasuk Iran telah berulang kali menyelenggarakan pemilu dan berhasil menegakkan demokrasi Islam dengan baik namun barat tetap saja mereka menuduh Islam anti demokrasi. Berkenaan dengan kondisi penegakan HAM di Iran, menurutnya Iran telah berhasil dengan baik mengkompromikan antara nilai-nilai ajaran agama dengan apa yang diinginkan oleh barat tentang HAM. Dalam kesempatan lain Ia menyebutkan, bahwa peran ulama dalam berbagai kejadian di dunia sangatlah berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Hari ini ulama dan para intelektual muslim memiliki tugas yang besar di pundaknya untuk menyelesaikan berbagai konflik dan krisis yang terjadi di dunia Islam, karenanya hendaknya mereka melakukan tugasnya dengan baik dan janganlah membiarkan imprealisme internasional berhasil meraih apa yang mereka inginkan. Nilai-nilai akhlak dan etika di dalam Islam telah baku dan kokoh, namun nilai-nilai etika dalam pandangan barat sangatlah dinamis sehingga hari demi hari semakin berubah dan berubah dan pada akhirnya tidak berdiri di atas sebuah landasan dan dasar apapun., tegasnya. Sesuatu yang halal di dalam Islam selamanya akan halal begitu juga sesuatu yang haram selamanya akan haram dan tidak akan berubah, kecuali adanya obyek yang berubah sebagaimana dipahami oleh para mujtahid (pakar agama) sehingga hukumnya pun berubah, tambahnya. Menurut pengamatannya, factor yang menyebabkan adanya perbedaan pandangan dan perselisihan adalah tidak adanya pemahaman yang dalam tentang ajaran Islam, sebab pada abad terakhir ini kita saksikan berbagai fenomena yang jika dipahami secara sederhana, maka akan menyesatkan dan menimbulkan berbagai perselisihan. Faktor lain adalah tidak berpegang teguh dengan ajaran Al Quran, sebab jika kita berpegang teguh dengan ajara Al Quran, maka kita tidak akan bermusuhan satu sama lian, namun kita akan hiduo dengan penuh kedamaian dan persaudaraan. Ketua Pusat Kajian Islam di Swedia juga menyebutkan, bahwa kemenangan Hizbollah Lebanon atas Rezil Israel dalam perang 33 hari itu adalah disebabkan jiwa kebebasan dan kemuliaan yang didapatkan oleh Hizbollah dengan berpegangteguh dengan Islam dan Al Quran dalam rangka membela tanah air dan membebaskannya dari cengkraman musuh. 181104
captcha