Iqna: pada hari kedua, seminar diawali oleh pembacaan aayt suci Al Quran oleh Qari terbaik di kalangan mahasiswa Iran, Sayyid Jasim Musawi yang membacakan beberapa ayat dari surah Al Hijr dan surah Al Kautsar.
Setelah itu Hojjatul Islam Wal Muslimin Ahmad Ahmadi sebagai ketua SC seminar menyampaikan pentingnya seminar semacam ini karena peran yang dimainkan oleh seorang perempuan di tengah masyarakat dan ajaran Al Quran tentang seorang perempuan
beliau kemudian menukil apa yang beliau dengar dari pemimpin spiritual tertinggi Iran, Imam Ali Khamenei yang mengatakan, bahwa hingga saat ini masih terngiang di telinga beliau ayat-ayat suci yang dibacakan oleh ibunya di saat mengajarkannya Al Quran. dan hal itu sangat mempengaruhi pendidikan dan jiwanya.
menurutnya Al Quran adalah cahaya yang Allah yang hinggap di cahaya yang lain, yaitu seorang ibu dan setiap perempuan yang berkecimpung di dalam kegiatan pengajaran dan penelitian Al Quran.
Ahmadi juga berharap agar kita tidak mencukupkan diri dengan membaca lahiriah AL Quran saja, namun hendaknya kita menyelami lebih dalam kandungan Al Quran.
Selanjutnya Fathiyah Fattahi Zadeh, salah seorang peserta dari Iran membawakan makalahnya tentang kemajuan dan kemunduran kaum perempuan serta pengaruh dan akibat yang dihasilkan darinya.
kemudian peserta yang lain, yaitu Parvein Bahar Zadeh juga membawakan makalahnya yang memperkenalkan tafsir "Tuhfatul Fata fi Tafsiri Hal Ata"
Setelah itu Hojjatul islam Wal Muslimin Nurullahiyan menyampaikan ceramahnya dengan menyebutkan, bahwa kita harus bersyukur atas pelaksanaan seminar ini yang dimulai sejak beberapa tahn yang lalu dan berhasil mengundang para peneliti Al Quran wanita dari berbaagi negri seperti Cina, Lebanon, Pakistan, Amerika dan Eropa.
Begitu pula keberhasilan berbagai kegiatan Qurani yang dilakukan oleh para peserta seperti penerjemahan AL Quran dengan bahasa Turki dan apa yang dilakukan oleh saudari-saudari kita di Lebanon dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan qurani di TV dan radio serta sekolah-sekolah dan penerbitan majalah.
Menurutnya seminar semacam ini dan kegiatan Qurani lainnya dai Iran juga tidak terlepas dari
berkah keberadaan jasad suci Imam Ali Ridha as di tengah-tengah kita.
beliau juga menegaskan ajaran Al Quran kepada kaum wanita untuk mengenakan jilbabnya demi menjaga kesuciannya serta keberhasilan hal itu, karenanya perlu ditularkan pengalaman yang baik ini kepada saudar-saudari kita yang menganut agama lain selain Islam.
Syarifah Muhsini, peserta dari Afganistan juga menyampaikan makalahnya tentang Al Quran sebagai solusi segala problema kehidupan dunia ini.
kemudian Viviltsafza, seorang peserta dari Albania juga menyampaikan makalahnya dan menyebutkan, bahwa banyak pihak-pihak di luar Islam yang melakukan berbagai usaha untuk menghapuskan agama dan ajarannya dari bumi Eropa, namun mereka tidak berhasil melakukan hal itu.
Di Albania misalnya, sebagai negara yang berpenduduk Islam terbanyak di Eropa, menurutnya sekitar lima ribu orang secara aktif mengikuti kajian Al Quran dan telah diterjemahkan kurang lebih 30 judul buku tentang Al Quran yang ditulis oleh para ulama dan intelektual kita.
Kemudian Faizah Adhim Zaedh membawakan makalahnya tentang keharusan memperlakukan kaum wanita dengan pergaulan yang baik dalam rumah tangga. dan setelah itu DR Gholam Ali Haddad Adil
dan Hojjatul Islam Abdullahiyan juga menyampaikan ceamahnya.
193008