Iqna: Hojjatul Islam Wal Muslimin Muhsein Qara ati, kemarin dalam kajian tafsirnya di Mushalla Universitas Tehran mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa salah satu faedah dari hal itu adalah yang dengan demikian ia akan mendapatkan karunia Tuhan untuk menginggalkan berbagai pelanggaran agama dan Al Quran dalam melaksanakan tugasnya.
Mufassir Al Quran dan Ketua Pendirian Shalat Nasional dengan menerangkan Surah An Najm ayat 3 dan 4 mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw tidak pernah menyampaikan sesuatu dari dirinya, kecuali merupakan wahyu dari Allah SWT.
Disebabkan karena itulah maka semua ayat Al Quran dan apa yang disampaikan oleh Nabi berupa hadits memiliki jaminan dari Allah SWT atas kebenarannya. disamping keyakinan bahwa Nabi adalah seorang yang maksum.
Qaraati menegaskan pula, bahwa walaupun yang ada di dalam hati Nabi adalah kebenaran sejati, namun Allah juga memberikan jaminan lain di sisi kemaksuman beliau, dimana beliau memiliki kemaksuman pada semua anggota tubuhnya. mata beliaupun maksum, sehingga akan memberikan ketenangan dan jaminan kebenaran yang sempurna seratus persen dan tidak ada keraguan sedikitpun.
Karena itu pulalah segala yang diperintahkan oleh Nabi akan diterima dengan penuh keimanan dan kecintaan, baik untuk perang ataupun damai, tambahnya.
Menurutnya, segala pembahasan yang berkisar seputar kontrol, motivasi, penilaian dan sebagainya adalah berbagai cara yang diajarkan di kampus-kampus dalam rangka mencetak para manager dan direktur yang hebat dan sukses, namun perlu dipertanyakan, apakah semua itu akan efektif dan benar-benar memberikan hasil yang nyata?
Sebagai sebuah pengalaman yang kita saksikan dalam kehidupan kita adalah Imam Khomeini yang tidak memiliki managemen yang memadai, namun karena keimanan dan kecintaan kepada Tuhan, maka jutaan orang bisa mencintainya dan terpikat oleh kepemimpinannya. Begitu juga Abu Turabi seorang pemimpin perang yang bisa menjadi bukti betapa keimanan dan kecintaan kepada Tuhan dapat membawanya berhasil memimpin ratusan ribu anak muda dalam peperangan.
Contoh lain menurut beliau adalah Ayatullah Sistani, dimana beliau bahkan tidak pernah berjumpa fisik dengan masayarakat, namun mampu untuk memiliki tempat di hati masyarakat, tiada lain kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah dan menghindari berbagai pelanggaran kepada Allah SWT.
Karena itu Seorang Direktur Sukses Selain Memiliki Kemampuan Teori Managemen Harus Memiliki Konsentrasi Khusus Sepenuh Hati dengan Al Quran sehingga dengan demikian ia akan mendapatkan karunia Tuhan untuk menginggalkan berbagai pelanggaran agama dan Al Quran dalam melaksanakan tugasnya dan akibat lainnya akan dicintai oleh bawahannya.
242119