IQNA

Fanatisme Kebangsaan Ikut Menjadi penghalang Persatuan

8:38 - May 07, 2008
Berita ID: 1649824
Ketua Syuriah Muslim Jerman Bersatu: Fanatisme kebangsaan di antara kaum muslimin di luar Arab saat ini menjadi penghalang terealisasi persatuan dan kerukunan Islam.
Iqna: Oksel Ayub Kahlr, Ketua Badan Syuriah Muslim Jerman Bersatu dalam sambtuannya pada Konfrensi Persatuan Islami di Tehran mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa kaum muslimin yang hidup sebagai minoritas di Eropa dan barat bisa mengambil peran penting untuk berkonsentrasi dengan serius dalam rangka menjalin persatuan dan kerukunan. Menurutnya tidak terbatas hanya di masyarakat Eropa, namun di seluruh tempat di dunia Islam sudah waktunya untuk menyelesaikan semua masalah dengan dialog sehat di atas dasar-dasar Islam yang menjadi kesepakatan bersama. Dengan menjelaskan, bahwa di Jerman terdapat empat lembaga keislaman yang bersatu di bawah nama Badan Syuriah Muslim Jerman Bersatu, alhamdulillah saat ini sekitar tiga hingga tiga setengah juta muslim telah bersatu dan berada dalam satu bendera dalam rangka meraih berbagai manfaat positif dan menuntut hak-hak kaum minoritas. Kami pun berharap akan tiba satu hari di mana seluruh masyarakat muslim dunia juga akan bersatu di bawah satu bendera, tegasnya. Di dalam perkumpulan kami semua kaum muslimin dari berbagai latar belakang madzhab, termasuk Ahlussunah dan Syiah dapat bergabung dan saling memberikan kontribusi dalam perkembangan budaya dan peradaban Islam, tambahnya. Beliau melanjutkan sambutannya dengan mengatakan, bahwa dalam kesempatan ini saya pun tidak lupa untuk menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada saudara-saudara dari Syiah yang telah bersusah payah dan banyak memberikan kontribusi dan pelayanan demi terealisasinya banyak hal positif di bidang budaya dan peradaban Islam. Ayub Kahlr juga menjelaskan, bahwa kaum muslimin yang hidup sebagai minorotas di daerah Eropa juga menghadapi problema ekonomi yang menjadi sebab keterbatasan berbagai kegiatatan kebudayaan dan identitas keislaman. Pada akhir ceramahnya Ayub Kahlr mengharapkan agar Asosiasi Pendekatan Antar Madzhab secara terus-menerus memperjuangkan persatuan di kalangan kaum muslimin dengan menyebarkan amalan kebaikan, seperti shalat, puasa dan doa. 247510
captcha