Sistem politik dan ekonomi Mesir memiliki hubungan erat dengan Amerika dan zionis Israel, dan pemberian hadiah dolar oleh pemerintah Amerika kepada Presiden Mesir Husni Mubarak disinyalir sebagai faktor utama penutupan Gerbang Perlintasan Rafah.
IQNA menukil dari situs Al-Jazeera.Net, para pakar hukum Mesir pada hari ini mengeluarkan penyataan bersama sebagai simpati kepada warga Gaza dan mengatakan bahwa negara Mesir dari sisi politik, ekonomi dan hubungan internasional mempunyai kaitan yang erat dengan Amerika dan rezim zionis Israel.
Selain itu, tekanan Gedung Putih kepada Mesir menjadi penghalang bagi Mesir yang sebenarnya dapat mengambil sikap terkait serangan Israel ke Jalur Gaza.
Para pakar hukum Mesir dalam keterangannya menyebutkan bahwa keputusan Husni Mubarak menutup Gerbang Perlintasan Rafah adalah suatu tindakan politik yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, kemanusiaan dan peraturan internasional, termasuk perjanjian Jenewa.
Mereka juga mengatakan, peraturan internasional mengenai hak asasi manusia telah menegaskan bahwa negara penjajah haruslah menjaga hak-hak warga sipil termasuk menyediakan berbagai kebutuhan darurat seperti makanan, bahan bakar dan bantuan medis dan kesehatan bagi mereka.
Berbagai yayasan sosial kemarin juga telah meminta kepada Husni Mubarak untuk segera membuka Gerbang Rafah guna menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
344399