IQNA

Perang Gaza adalah Pengejewentahan Hak dan Batil

10:16 - February 12, 2009
Berita ID: 1743245
Ayatullah Imam Ali Khamenei dalam pertemuannya dengan Sekjend Jihad Islami, Palestina mengatakan: perang dan segala perubahan yang terjadi benar-benar pengejewantahan antara Hak dan Batil
Iqna menukil dari situs resmi Pemimpin Spiritual Iran Imam Ali Khamenei, menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina Ramadhan Abdullah dan rombongan hari Rabu (11/2) dalam pertemuan dengan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei membawakan laporan lengkap tentang perang Gaza dan transformasi yang terjadi seputar perang ini. Dalam pertemuan itu Ayatollah Al-Udzma Khamenei mengucapkan selamat kepada rakyat Gaza dan para pejuang moqawamah Islam atas kemenangan yang telah diraih dalam perang 22 hari. "Apa yang terjadi di Gaza benar-benar mirip dengan mujizat," tegas Rahbar. Beliau menyebut kemenangan dalam perang Gaza sebagai anugerah dan pertolongan ilahi, seraya mengatakan, "Dalam peristiwa Gaza tangan Ilahi yang kokoh nampak berkat iman, tekad yang kuat dan jihad yang diperlihatkan oleh para pejuang moqawamah dan rakyat Gaza." Pemimpin Besar Revolusi Islam menambahkan, "Secara jujur, dalam perang ini rakyat Gaza benar-benar berhasil melewati sebuah ujian. Para pejabat dan pembuat keputusan di medan juga telah berhasil melalui ujian ini dengan memperlihatkan kinerja yang sangat baik seiring dengan kesatuan dan ketegasan sikap mereka. " Rahbar menilai bahwa salah satu faktor yang berpengaruh dalam peristiwa Gaza adalah opini umum dunia. Beliau menjelaskan, "Salah satu kemenangan besar yang diraih oleh moqawamah Islam adalah keberhasilan menarik perhatian opini umum dunia. Dengan keberhasilan ini, usaha musuh untuk menghapus nama Palestina dari peta dan kamus dunia dengan mengesankannya sebagai unsur pemberontak, gagal total." Karenanya, beliau mengimbau untuk tetap mempertahankan opini yang telah tercipta itu. Beliau mengatakan, "Usai perang Gaza, musuh berusaha menebar perang urat syaraf dan propaganda untuk memengaruhi opini umum terkait Gaza dan mengesankan moqawamah Islam sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penderitaan dan kemalangan bangsa Palestina. Langkah musuh ini harus dilawan." Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan bahwa rezim zionis saat ini tengah mengalami masa surut menuju kehancuran. Beliau menegaskan, "Untuk mengusai kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat (AS) dan Eropa sengaja menciptakan rezim zionis Israel. Namun kini setelah enam puluh tahun berlalu rezim ini telah sedemikian lemah sehingga untuk mempertahankan eksistensinya, ia meminta Eropa dan AS untuk mendatangkan kapal-kapal perang di wilayah perairan rezim ini." Ayatollah Al-Udzma Khamenei menyebut keberadaan unsur agama Islam sebagai faktor utama yang melahirkan gelombang keberhasilan dan kemenangan bagi rakyat Palestina. Seraya menyinggung kemenangan dalam perang Gaza, beliau mengatakan, "Perang ini dan transformasi yang terjadi seiring dengannya benar-benar perang Furqan atau penentu dan pembeda antara front haq dan front batil. Perang ini telah mengungkap wajah kaum munafikin." Rahbar mengingatkan bahwa sikap politik yang kuat akan mengukuhkan kemenangan yang telah didapat lewat medan peperangan. "Di medan politik jangan sampai tunduk pada kemauan musuh. Tetapi yang harus dilakukan adalah menggunakan kekuatan untuk memaksa musuh mundur seperti yang terjadi di medan peperangan militer," tegas Rahbar. Lebih lanjut beliau menyampaikan harapan bahwa kelak seluruh negeri Palestina akan bebas dari pendudukan. "Sekarang kita telah menyaksikan kebenaran janji Allah. Kita semua yakin bahwa jika jalan ini dilanjutkan maka kemenangan akhir akan segera tercapai dalam waktu yang tak terlalu lama lagi," imbuh beliau. Dalam pertemuan itu Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina Ramadhan Abdullah memberikan laporan lengkap tentang perang Gaza dan perkembangan yang terjadi dalam kaitan ini. Kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ramadhan Abdullah mengatakan, "Mewakili rakyat Palestina dan para pejuang moqawamah saya menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang dalam kepada dukungan Anda dan rakyat Iran. Kemenangan di perang Gaza adalah kemenangan bagi bangsa Iran." Sekjen Jihad Islam menjelaskan bahwa rezim zionis tetap gagal meraih targetnya dalam perang Gaza padahal Israel telah melakukan telaah terhadap berbagai sisi kelemahan yang telah membuatnya kalah dalam perang 33 hari di Lebanon. Ramadhan Abdullah mengatakan bahwa satu-satunya keberhasilan yang diraih oleh rezim zionis dalam perang Gaza adalah pembantaian perempuan dan anak-anak Palestina. "Kemenangan dalam perang Gaza membuktikan bahwa rezim Zionis bukan lagi rezim tangguh yang mengalahkan tentara negara-negara Arab dalam perang enam hari. Kini periode kehancuran rezim zionis sudah dimulai," kata Abdullah menjelaskan. Ramadhan Abdullah menambahkan, Zionis yang menjadi musuh kita dan pihak-pihak yang mendukungnya mengira bahwa Gaza adalah basis moqawamah Islam Palestina yang lemah. Akan tetapi dengan kekalahan yang diderita oleh rezim Zionis Israel dalam perang Gaza yang sangat tidak seimbang dari sisi kekuatan militer, telah lahir sebuah perubahan strategis dalam skala besar di kawasan dan muncul harapan kemenangan akhir bagi Palestina. Sekjen Jihad Islam menyebut keimanan, jihad dan ideologi Islam sebagai faktor utama yang memberikan kemampuan dan kekuatan kepada moqawamah. "Setelah kalah di medan perang, Zionis dan para pendukungnya berusaha mencari peluang untuk menutupi kekalahannya lewat jalur politik. Akan tetapi faksi-faksi moqawamah Palestina dengan menjaga persatuan secara utuh dan menguatkan posisi akan memukul mundur musuh di medan politik," tegas Ramadhan Abdullah. 362923
captcha