IQNA

Cerita adalah Metode Terbaik dalam Pengajaran Al Qur’an

9:08 - July 29, 2010
Berita ID: 1963604
Bercerita adalah salah satu metode terbaik dalam mengajarkan Al Qur’an untuk anak-anak, dimana Al Qur’an sendiri menggunakan pendekatan ini.
Kaukab Anguty direktur kebudayaan organisasi persatuan wanita di lembaga Al Qur’an Tasnim Zanjon dan juga seorang pelatih Al Qur’an dalam wawancaranya dengan IQNA cabang Zanjon ketika menjelaskan hal itu dan menambahkan, bahwa dengan banyaknya eskpresi alat pembelajaran maka akan tambah menarik. Metode pembelajaran Al Qur’an yang terbaik adalah dengan menggunakan metode bercerita khususnya untuk anak-anak, dimana Al Qur’an sendiri telah menggunaka metode ini, tegasnya. Adalah tidak dapat dipungkiri adanya peran lembaga- lembaga Al Qur’an dan mengqur’ankan kondisi masyarakat dengan menggunakan cara mempelajari Al Qur’an akan tetapi aktivitas lembaga-lembaga ini tidaklah cukup hanya dengan tangan kosong dan tanpa adanya dana, tambahnya. Angguty Juga mengatakan, bahwa meskipun adanya ketulusan dalam aktivitas , dengan prilaku qur’ani serta kemampuan para pengajar dalam mengajarkan Al Qur’an di tempat yang pertama, akan tetapi dukungan materi untuk para pendidik juga memiliki dampak yang cukup besar jika pendidik mendapatnya, sehingga dapat mengganti kelelahan dalam mengajar 5 atau 2 kelas, degan demikian akan menemukan adanya semangat yang lebih tinggi dimana perkara ini memiliki dampak internal dalam cara mengajar Direktur kebudayaan lembaga Al Qur’an kesatuan wanita Tasnim Zanjon melanjutkan: meskipun defisit anggaran pendidikan adalah efektif tetapi bukanlah merupakan satu-satunya argumentasi yang lemahdalam pendidikan Al Qur’an adalah defisitnya anggaran akan tetapi pokok permasalahannya adanya kelemahan pengajaran dan pendidikan pada lembaga pendidikan Al Qur’an dan adanya kelemahan interaksi antar lembaga-lembaga pendidikan Al Qur’an satu sama lainnya dan dengan pendidikan dan pelatihan. Pelatih Al Qur’an ini menambahkan: Diantara factor yang menarik orang-orang khususnya anak-anak pada Keluarga Al Qur’an dan media penyiaran yang mana pengoprasian jaringan didesa ini sangat lemah tidak terdapat acara pendidikan Al Qur’an untuk anak-anak di program Al Qur’an atau dijaringan pendidikan yang menawarkan berbagai macam pendidikanpun, tidak ada pembelajaran Al Qur’an. Ekspresi Al Qur’an dengan penjelasan yang telah disampaikan oleh lembaga propaganda islam yang telah bekerja dengan baik dalam pelatihan para pendidik Al Qur’an: seharusnya untuk memprogram pelatihan para pengajar Al Qur’an, sehingga mereka akan sampai pada tingkatan pembelajaran yang lebih tinggi seperti tafsir, seorang guru jka mengetahui tafsir al Qur’an maka dia tidak akan mudah mendapatkan kegagalan dalam mengajar Al Qur’an. Angguty mengatakan dalam penjelasannya bahwa dengan mengajarkan Al Qur’an akan mendorong kita ke tingkat yang lebih tinggi, pengajaran qiroah perjuz , tilawah dan tafsir oleh lembaga tasnim Al Qur’an yang berbasis di insitut Al Qur’an. Beliau pada akhir wawancaranya berkata: Hendaknya mempergunakan waktunya untuk keberhasilan belajar dan mengajar Al Qur’an dengan cara kita menjadikan Al Qur’an sebagai teman kita. 621078
captcha