IQNA mengutip dari situs “alukah” cabang Turki, bahwa para penentang pengurangan suara adzan Al qur’an ketika dikumandangkan dari masjid utama di daerah ini mengumumkan, bahwa penduduk Sariyari hingga para tetangga mesjid megalami kesulitan untuk mendapatkan informasi waktu-waktu sholat.
Disebutkan juga, bahwa pengurangan suara suara adzan menyebabkan para jamaah shalat tidak bisa bergabung untuk melaksanakan shalat jamaah pada waktunya yang tepat, karenanya para penjaga masjid menginginkan untuk mengembalikan suara adzan seperti semula.
Para penjaga Masjid utama Sariyari merasakan ketidak puasan tindakan ini dengan mengumumkan bahwa hal tersebut dianggap membatasi kebebasan beragama.
Berdasarkan laporan ini, Darul Ifta’ Istanbul mengadukan kepada Pihak otoritas di kota itu atas keingin para penjaga masjid perihal ketidak puasannya dengan suara adzan masjid utama Sariyari, karena adanya pengurangan suara adzan sampai batas suara paling kecil .