IQNA

Indonesia Tuan Rumah Seminar Internasional “Islam Perdamaian dan Keadilan Dunia”

13:53 - December 28, 2010
Berita ID: 2054912
Seminar Internasional “Islam, Perdamaian dan Keadilan Dunia” akan diselenggarakan oleh organisasi Islam Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Atase Kebudayaan Republik Islam Iran Indonesia pada bulan Februari tahun ini.
IQNA: Mahmud Fara Zandeh, Duta Besar Iran untuk Indonesia dan Mohammad Ali Rabbani, Atase Budaya Republik Islam Iran di Jakarta telah mengadakan pertemuan dan dialog dengan Din Syamsuddin Pimpinan Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar ke dua di Indonesia, Pada pertemuan ini keduanya berdialog dan menyetujui untuk memperluas kerja sama agama, budaya dan bergabung dalam menyelenggarakan seminar Internasional tentang Islam perdamaian dan keadilan internasional. Dalam rangka memberikan apresiasi pada budaya dan bahasa Persia pada awal pertemuan yang dilakukan di kantor pusat organisasi Muhammadiyah, Pimpinan organisasi ini mengharapkan dibukanya Pusat Kebudayaan Iran dan Bahasa Persia di perguruan tinggi yang berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Mengingat hubungan dan kerja sama organisasi ini denga Republik Islam Iran sejak waktu yang cukup lama, beliau mengatakan: atas dasar adanya perbedaan pandangan dan perbedaan yang ada antara Syiah dan Sunni maka politik Organisasi Muhammadiah senantiasa tetap menjaga persatuan Syiah dan Sunni, mendukung adanya dialog mazhab antara Syiah dan Sunni. Din Syamsuddin juga menjelaskan akan adanya sejarah masa lalu terdapat beberapa konflik yang ada antara Syiah dan Sunni di Indonesia, dimana hal itu timbul dari adanya salah pemahaman antara keduanya. Menurutnya di saat keterbukaan, demokrasi dan kebeasan serta dialog antar peradaban dan agama digalakkan, maka sudah selayaknya dialog antar madzhab menjadi priorotas sebelum melangkah kepada itu semua. Pemimpin Organisasi Islam besar kedua di Indonesia ini menjelaskan akan datangnya 19 orang dari delegasi Organisasi ini ke Iran dalam rangka melanjutkan studinya di pusat-pusat agama dan universitas Iran. Din juga mengemukakan keingingan untuk mengembangkan dan memperluas kerja sama serta dialog ilmiah dan budaya khususnya kerja sama dalam bidang akademik dua negara, maka mengembangkan pertukaran guru, mahasiswa, kesempatan belajar dan kerja sama di hauzah para remaja.beliau menyambut atas usulan kerja sama bersama dalam menyelenggarakan seminar Internasional Islam, Perdamaian, dan keadilan Internasional. Pada pertemuan selanjutnya Farazandeh Duta Besar Iran untuk Jakarta menjelaskan akan kondisi dan tantangan yang ada di dunia Islam, Islamfobia dan sikap bermusuhan Barat terhadap Islam, menyebabkan munculnya kekuatan Islaam dan ekspansi serta perkembangnya yang cepat di dunia Islam. Farozandeh menambahkan: Kaum Imprealisme Barat baik pada masa perang dingin dan khususnya setelah Revolusi Islam Iran berusaha keras untuk mengontrol kekuatan yang tumbuh demi mengahadapi perkembangan Islam dan merusak wajah agama ini dan menciptakan konflik dan perpecahan etnis dan mazhab di dalam dunia Islam dan berusaha setiap hari untuk menyulut api fitnah ini. Beliau juga menegaskan, bahwa Islam sebagai agama yang komperehensif dan membuka berbagai ruang untuk melakukan interpretasi dan menyampaikan pendapat, maka saling menghormati, kerja sama, soldaritas, antar organisasi, elit ulama dan cendikiawan dunia Islam adalah sebuah keniscayaan dalam rangka mengenal gerakan musuh-musuh Islam dan memperkuat gerakan harmonisasi dan konvergensi dunia Islam. Beliau juga menekankan bahwa hal ini semua adalah perkara yang penting dan sebuah keharusan untuk melanjutkan dan mengembangkan kerja sama dengan organisasi Muhammadiyah. Pada akhir pertemuan dua pihak ini telah mencapai kesepakatan untuk awal bulan Februari tahun depan diadakan sebuah kerja sama menyelenggarakan seminar internasional dengan judul "Islam, Perdamaian dan Keadilan Dunia". 719111
captcha