IQNA mengutip dari surat kabar “Al yaumus sabi’ terbitan Mesir, bahwa jurnal Financial Times menyebutkan akan penentangan Barak Obama atas keanggotaan resmi Palestina di PBB.
Menurutnya hal ini adalah bagian dari kebiasaan Amerika yang selalu menggunakan standar ganda yang jelas-jelas mengandung kontradiksi, padahal sejak tahun lalu dia telah merekomendasikan kenegaraan Palestina di PBB, tetapi sekarang dia akan mengumumkan pendapatnya atas penentangannya tergadap pengakuan resmi Palestina di PBB.
Financial Times juga menyebutkan isi pernyataan Obama pada tahun lalu yang disampaikan di dewan PBB, bahwa Palestina selama kedua fasksi besar belum mencapai kesepakatan damai maka sama sekali tidak akan mendaptkan kemuliaan dan kehormatan, dan tidak akan meraih pemerintah yang merdeka.
Jurnal ini juga menyatakan, bahwa Obama memberikan pendapatnya minggu ini terhadap PBB atas penentangannya terhadap pengakuan resmi Palestina.
Selanjutnya Financial Times juga memberikan analisa, bahwa Barak Obama mengetahui secara baik bahwa dirinya harus memang harus menggunakan standar ganda dan kemunafikan dalam hal ini, karena dia menyaksikan adanya perubahan demokrasi di Timur Tengah, pada saat yang sama rakyat Paestina memiliki kebulatan tekad untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai negara merdeka dan berdaulat.
863713