IQNA

Hubungan Lebanon-Libya Ditentukan oleh Nasib Imam Sadr

3:59 - October 31, 2011
Berita ID: 2214701
Anggota Eksekutif Partai Amal Lebanon menegaskan, persoalan penculikan Imam Musa Sadr dan para pengikutnya menjadi pondasi terciptanya hubungan antara Lebanon dengan pemerintah Libya di masa mendatang.
IQNA) mengutip laporan dari surat kabar al-Intiqad, diterbitkan di Lebanon, Khalil Hamdan kemarin (30/10), perwakilan Gerakan Amal di kota Habush (Lebanon) mengatakan bahwa delegasi Lebanon Musa Sadr pergi ke Libya, memperoleh informasi jejak pemimpin Musa Sadr. Upaya-upaya luas telah dilakukan melalui pemeriksaan dan penyelidikan di penjara-penjara Libya untuk sesegera mungkin membebaskan beliau beserta pengikutnya. Hamdan mengatakan, Imam Musa Sadr adalah delegasi khusus yang telah mempersatukan bangsa Arab di Lebanon dan tentunya hal ini tidak menyenangkan bagi kepentingan Amerika dan rezim Zionis di masa itu. Karena itu, Muammar Gaddafi, diktator Libya sebagai boneka Israel, Imam Musa Sadr dan pengikutnya diculik. Di akhir pernyataan, beliau mengungkapkan bahwa saat ini kita perlu menjaga persatuan nasional dan kita yakini bahwa dengan dialog dan menjaga hubungan satu sama lain dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang kita hadapi. 889659
captcha