IQNA cabang kawasan Eropa: seorang wanitanyang bernama Irene Schneider seorang peneliti Jerman agama Islam, Jum’at 10 November diundang oleh komite pameran buku kota Wina ibu kota Austria, dalam rangka memperkenalkan bukunya yang berjudul “Islam dan perempuan”, dia menyampaikan pembahasan ini didalam pidatonya.
Peneliti Jerman ini mengajar dan mengadakan penelitian tentang ilmu-ilmu Islam dan tentang perempuan diuniversitas Gottingen, dia menekankan: Al Qur’an adalah kitab yang suci, dan sebagian ayatnya membutuhkan tafsiran, dan sekarang tema ini sangat penting.
Selanjutnya dia menegaskan: banyak ayat Al Qur’an yang dapat memberikan kesetaraan hak-hak perempuan dan laki-laki, bahwa laki-laki bertanggung jawab atas pedanaan perempuan, pembahasan ini berarti perempuan tidak diperbolehkan keluar dari rumah untuk beraktifitas dan bekerja .
Schneidar mengingatkan: bahwa dominasi laki-laki atas perempuan dan tidak adanya perempuan yang bekerja dan beraktifitas di masyarakat tidak disebutkandidalam Al Qur’an Al Karim, tetapi pembahasan ini terbentuk berdasarkan tradisi di masyarakat kita juga sampai tahun 1340-an bertepatan dengan akhir –akhir 1340 dan awal-awal 1350 H, dimana aktifitas perempuan di masyarakat dilarang tampa izin laki-laki.
Pada akhir pembahasan dia menegaskan: perkawinan yang dipaksa, larangan hak mengemudi bukan dari pembahasan dan tema-tema Islam, sayangnya ada sampai saat ini mereka memberikan kesempatan pada anak laki-lakinya tapi tkesempatan ini tidak diberikan kepada anak-anak perempuan mereka, oleh karenanya hak-hak perempuan harus ditentukan, karena pelatihan, pendidikan, dan bekerja merupakan pembahasan penting setiap orang , dan mencari ilmu dalam Islam adalah sangat berharga meskipun oleh anak-anaka perempuan dan para perempuan.
896738