IQNA

Metode Tafsir Yang Salah: Menafsirkan Qur'an Dengan Hadits Lemah

9:42 - April 28, 2012
Berita ID: 2313162
Seorang pengamat dan peneliti tafsir-tafsir Pasca revolusi Islam Iran menyatakan: "Titik lemah kita adalah: sebagian ahli tafsir tidak meneliti hadits-hadits yang dipakai dalam menafsirkan sehingga penafsiran cenderung memihak pendapat pribadi dan tidak benar."
Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Ridha Anshari Mahallati, seorang pengamat dan peneliti Qur'ani dalam wawancaranya dengan wartawan IQNA menjelaskan: "Pasca revolusi pun, kami tidak melihat perkembangan tafsir yang begitu signifikan. Penafsiran Al-Qur'an hanya sebatas ditulisnya buku-buku saku dan secara terbatas pada beberapa ayat saja." Ia menambahkan: "Banyak buku-buku tafsir yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara memihak pada ideologi-ideologi yang sudah diterima saat ini, yakni tidak secara murni. Itu adalah kelemahan kita dalam menafsirkan Al-Qur'an. Yang jelas jika hal ini termasuk 'penafsiran dengan pandangan pribadi' maka jelas haram hukumnya." Hujjatul Islam wal Muslimin Muhammad Ridha Anshari Mahallati juga menyesalkan sebagian ahli tafsir yang menggunakan hadits-hadits lemah dalam tafsirnya dan berkata: "Titik lemah kita adalah: sebagian ahli tafsir tidak meneliti hadits-hadits yang dipakai dalam menafsirkan sehingga penafsiran cenderung memihak pendapat pribadi dan tidak benar." 993310
captcha