Tim Internasional: Setelah beberapa bulan Saudi dan Rezim Alu Khalifah berusaha mencitrakan legalitas invasi Bahrain, akhirnya seorang penanggung jawab asal Bahrain menyatakan: "Dalam sebuah program, Bahrain akan diikutkan dengan Saudi Arabia."
Menurut laporan IQNA, menukil dari website Al-Alam, Sumairah Rajab, Menteri Informasi dan Komunikasi Bahrain menyatakan: "Kesepatan kedua belah pihak Bahrain dan Saudi Arabia bertumpu pada 4 poros: keamanan, pertahanan, ekonomi dan perkara luar negeri."
Ia melanjutkan: "Negara-negara kecil kini tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu kami berharap semoga semua negara-negara Arab menjadi satu kesatuan."
Setelah sebulan masyarakat Bahrain bangkit pada tahun 2011, Saudi Arabia menyadari bahaya yang akan menimpa rezim Ali Khalifah, oleh karenanya Saudi mengirim bala tentaranya untuk mencegah gerakan masyarakat menggulingkan Ali Khalifah.
Berbagai usaha penuh kekerasan telah dilakukan untuk meredam amarah rakyat Bahrain dalam aksi-aksi demo mereka. Akhirnya para pejabat kedua belah pihak mulai berfikir untuk menggabungkan Bahrain dengan Saudi Arabia.
Abdullah bin Abdul Aziz, raja Saudi dalam rapat terakhir yang menyarankan diikutkannya Bahrain dengan Saudi.
Sa'ud Al-Faishal, menteri luar negeri Saudi Arabia dua minggu yang lalu dalam Konferensi Para Pemuda Arab menekankan: "Kerja sama negara-negara anggota Musayawarah dan Kerjasama Khalij Fars tidaklah cukup. Sudah saatnya kita berfikir tentang pembentukan suatu kesatuan."
1007309