IQNA

Perilaku Diskriminatif Pemerintah Belgia Terhadap Umat Islam

9:50 - June 10, 2012
Berita ID: 2343231
Tim Internasional: Setelah melarang penggunaan hijab Islami di tempat-tempat umum dan memukuli perempuan berhijab di halte bus, sampai saat ini polisi-polisi Belgia terus merazia dan menahan penduduk Muslim.
Menurut laporan IQNA, tak lama setelah kasus pelarangan penggunaan hijab Islami di tempat-tempat umum dan memukuli seorang wanita berhijab di halte bus, sampai saat ini polisi-polisi Belgia tetap bengis terhadap umat Islam, penduduk Muslim Belgia berkumpul di depan kantor polisi pusat dalam aksi demo menuntut dibebaskannya wanita berhijab tersebut, namun akhirnya aksi itu berujung pada bentrokan masa dengan polisi. Tak lama kemudian sebuah lembaga Islami di Belgia memulai aksinya, mengutuk aksi-aksi pemerintah yang sering menangkapi umat Islam dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Namun itu pun mendapatkan respon negatif dari pemerintah, dan akhirnya polisi menangkap pimpinan lembaga Islami terbesar di belgia itu. Fuad Balqasim, pimpinan Lembaga Syari’at Belgia dituduh memprovokasi kekerasan, dan akhirnya ditangkap lalu dipenjarakan. Kini pengadilan sedang merundingkan hukuman penjara yang lebih berat serta dendai materi. Polisi menemukan bukti video 11 menit Fuad Balqasim yang berpidato mengajak masyarakat untuk melakukan aksi kekerasan sebagai respon dipukuli dan ditangkapnya perempuan berhijab di halte bus tersebut. Padahal ia tidak bermaksud begitu, hanya saja ia melontarkan kritikan pedas terhadap para polisi akan sikap mereka. Lembaga Syariat Belgia menyebut sikap pemerintah terhadap umat Islam sebagai sikap diskriminatif yang tak dapat diterima. 1025404
captcha