IQNA

Imam Musa Sadr dipastikan tidak pergi ke Italia

23:14 - June 27, 2012
Berita ID: 2356077
Kepala Dewan Nasional Libya Transisi (NTC) menegaskan Imam Musa Sadr tidak pernah meninggalkan Libya setelah ia memasuki negara itu pada Agustus, 1978 untuk bertemu dengan pejabat Libya.
Menurut laporan harian Al-Liwa, Mustafa Abdul Jalil mengatakan bahwa mereka yang dikatakan pergi ke italia adalah Imam Musa Sadr dan sahabatnya Syekh Muhammad Yaqub dan Abbas Badreddin sebenarnya mereka itu orang lain yang menyamar sebagai mereka bertiga. Dia mengatakan beberapa helai pakaian telah ditemukan dan "kami yakin ini milik Imam Musa Sadr." Kepala NTC mengatakan belum jelas apakah Imam Musa Sadr masih hidup atau tidak, penyelidikan kasus ini sedang berlangsung. "Kami telah menemukan sebuah kuburan massal dan percaya tubuh Imam Musa Sadr mungkin menjadi salah satu mayat yang ditemukan di sana. Pemerintah Lebanon telah menyerukan untuk tes DNA dan kami belum menerima hasilnya" Harian Al-Liwa Lebanon baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan bahwa setelah penculikan Imam Musa Sadr oleh pemerintah Diktator Libya Muammar Gaddafi, dia di penjarakan rumah tahanan Tripoli sebelum meninggal pada tahun 1998 karena penderitaan yang berat saat didalam sel. Imam Musa Sadr dan dua rekannya menghilang di Libya dalam kunjungan ke negara itu pada Agustus 1978. Upaya untuk menentukan nasib Sadr dan para sahabatnya telah diintensifkan sejak jatuhnya rezim Gaddafi tahun lalu. Beberapa analis percaya jika Sadr masih hidup, dan keberadaannya harus dapat diungkap. Keluarga Sadr belum dapat mengkonfirmasi salah satu laporan tentang nasib ulama itu. 1035612
captcha