Saat ini, Republik Islam Iran adalah pembawa bendera kegiatan Qurani di dunia Islam, seorang anggota parlemen mengatakan.
Berbicara pada upacara pembukaan Konvensi Quran Perempuan ke – 4 di Teheran pada Selasa, 10 Juli 2010, Laleh Eftekhari menyinggung tentang Konferensi Internasional Perempuan dan Kebangkitan Islam yang sedang berlangsung di Tehran, mengatakan bahwa lebih dari 1000 wanita dari aktivis dan ahli Quran dari 88 negara berada di Iran untuk membahas masalah Qurani perempuan dalam Kebangkitan Islam.
Dia mengatakan aktivis dan ahli Quran dunia percaya bahwa konferensi ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dunia Muslim.
Kepala Fraksi Quran dan Itrat dari Majelis menggarisbawahi bahwa perempuan di dunia Islam memiliki misi khusus, yaitu meningkatkan generasi Qurani. "Untuk memenuhi misi ini, mereka harus memiliki perilaku Qurani dan Islami."
Eftekhari mengatakan bahwa Nabi Suci (saaw), yang diutus untuk mengangkat masyarakat secara moral, memiliki kebajikan moral dan etika. "Kita juga perlu mengadopsi kebajikan moral yang baik dan Qurani untuk memiliki masyarakat Qurani dan Islami," katanya.
Ia lebih lanjut menyinggung tentang bulan Sha'aban yang datang sebelum bulan suci Ramadhan dan mengungkapkan harapan agar semua Muslim bisa mendapatkan keuntungan dari kemuliaan dua bulan tersebut.
1049347