Pemerintahan Rezim Al-e Khalifa, merasa ketakutan dengan pergerakan rakyatnya yang melakukan pemberontakan, mereka menggunakan balon mata-mata buatan Israel untuk memantau kegiatan masyarakat.
Menurut laporan jaringan berita Al-Alam, kementerian dalam negeri Bahrain menggunakan balon di Manama dan kota-kota maupun desa-desa lain untuk melakukan pengawasan dan melacak setiap gerak-gerik masyratakat.
Beberapa pengamat mengatakan rezim Al-e Khalifa telah membeli balon yang dilengkapi dengan kamera berpresisi tinggi dari rezim Zionis Israel.
Mereka mengatakan balon-balon ini cukup mirip dengan yang pernah digunakan Israel dalam memata-matai pasukan perlawanan di daerah yang diduduki dan Lebanon.
Dalam berita lain, masyrakat Bahrain akan melanjutkan aksi unjuk rasa terhadap penguasa diktator di kepulauan Sitra dan beberapa kota lain termasuk Manama.
Sementara itu, Makhamah Agung Bahrain menunda kasus aktivis hak asasi manusia Nabil Rajab hingga 5 Agustus.
Rajab, sebagai ketua HAM untuk masyarakat Bahrain dipenjarakan setelah mengkritik perdana mentri Negara itu, dan penyelenggaraan sidang kasusnya pada tanggal 18 Juli.
1062162