Iqna menukil dari situs ‘Aljazirah.net’ bahwa serangan brutal Israel ke Gaza dengan tujuan melenyapkan kelompok Hamas, tidaklah berhasil.
Observer menyebutkan bahwa pada saat dimulainya penyerangan ke kelompok Hamas di Jalur Gaza, para pejabat Israel mengambil pelajaran penting atas penyerangan ini. Tujuan mereka untuk melenyapkan Hamas yang sudah berlangsung selama 22 hari terbukti gagal karena pada akhirnya perlawanan Hamas telah memaksa Israel untuk mundur dari tanah Gaza.
Dalam laporan ini ditegaskan bahwa penyerangan Israel ke Gaza, bukanlah bertujuan peperangan melawan kelompok pejuang Islam Palestina, melainkan dinilai sebagai sebuah tindakan brutal untuk membunuh kaum wanita, anak-anak, dan warga sipil di Jalur Gaza.
Suratkabar Inggris ini menulis bahwa Israel mungkin dapat ditaklukkan dari segi kemiliteran. Namun, tidak akan pernah mengurangi ketenaran Hamas di mata warga Palestina.
Pada laporan ini telah diperbandingkan antara kelompok Hamas Palestina dan Hizbullah Lebanon dan disebutkan bahwa Hamas adalah sebuah kelompok yang berasal dari rakyat dan telah menyatu dengan masyarakat dan kemenangan Hamas atas Israel menjadikan kelompok Hamas tersebut lebih dibanggakan.
Di akhir laporan suratkabar Observer menyebutkan bahwa sebagian para pemimpin kelompok Palestina (Fatah) menanti kekalahan Hamas pada penyerangan Israel ke Jalur Gaza dan mereka meyakini bahwa kekalahan Hamas menyebabkan kekuatan berada di kubu Fatah di Palestina. Namun realita dari peperangan ini adalah kemenangan menjadi milik kelompok Hamas dan ketenaran Hamas semakin meningkat di mata warga Palestina.
350625