Iqna merilis dari Islamonline, bahwa para aktifis di situs ini mengusulkan agar pada hari terbunuhnya seorang wanita yang memperjuangkan pakaian islaminya, dijadikan sebagai hari Jilbab sedunia sehingga setiap tahun para aktifis muslim sedunia turun ke jalan untuk memperjuangkan hak mereka mengenakan pakaian Islaminya.
Marwah Asy Syarbiniy, 32 tahun hari Rabu yang lalu dibunuh oleh seorang berkewarganegaraan Jerman berdarah Rusia di pengadilan kota Dardsadan, Jerman.
Si korban awalnya menuntut pelaku yang sebelumnya telah mengganggunya ke pengadilan, namun di depan majlis Hakim ia melakukan penyerangan dan membunuhnya.
Menurut pegiat dan analis di Islam online, Asy Syarbiniy layak untuk disebut syahidah jilbab dan islamfobia di negara-negara barat.
DI jerman saat ini hidup lebih dari tiga juta jiwa muslim namun diantara negara-negara Eropa lainnya mereka lebih merasakan kesulitan dan gangguan dari akibat gerakan Islamfobia.
431063