IQNA

Sayid Hasan Nasrullah:
22:02 - May 07, 2015
Berita ID: 3270162
LEBANON (IQNA) - Sekjen Hizbullah Lebanon mendeskripsikan keluarbiasaan interes masyarakat Yaman pada ketidaktundukan mereka di hadapan serangan-serangan para agresor dan menyebut perlawan agresi Saudi ke Yaman adalah kewajiban insani seluruh masyarakat dunia, termasuk rakyat-rakyat kawasan.

Sayid Hasan Nasrullah, Selasa malam (5/5) lewat sebuah pidato mengungkapkan, “40 hari lalu Arab Saudi mengumumkan perang melawan yaman dan koalisi lalim setelah 26 hari agresi udara mengumumkan akhir operasi Decisive Storm dan memulai operasi-operasi yang diberi nama "Mengembalikan Harapan" kepada masyarakat Yaman. Sejak masa itu sampai sekarang ini perang juga masih terus berlanjut. Setelah pengumuman akhir operasi Decisive Storm, kami sekali lagi berada di hadapan operasi pengelabuan. Klaim Saudi tentang terealisasikannya seluruh tujuan-tujuannya merupakan tipudaya dan kebohongan terbesar media,” demikian laporan IQNA, seperti dikutip dari Al-Manar.
“Saudi tidak mampu mengembalikan Presiden yang dilengserkan ke Yaman dan tidak dapat membendung tingkat pasukan Yaman di negara ini dan sama sekali tidak meraih prestasi dan gagal dalam mengembalikan dominasinya atas Yaman,” tambahnya.
Sayid Hassan Nasrullah dengan mengisyaratkan bahwa Saudi mendapat kekalahan nyata nan terang mengungkapkan bahwa operasi Mengembalikan Harapan adalah kebohongan lain untuk menutupi kekalahan tahap pertama.
Sekjen Hizbullah menegaskan, solidaritas masyarakat Yaman dan dukungan terhadap tentara menyebabkan kekalahan Saudi dan kemenangan nyata Yaman.
Beliau dengan menjelaskan bahwa Saudi di permulaan operasinya telah menentukan tujuan-tujuan besar, yang memerlukan peperangan jangka lama mengungkapkan bahwa Saudi mencari tentara bayaran untuk meraih tujuan-tujuan ini.

 

Dominasi Amerika dan Saudi; Tujuan Utama Serangan ke Yaman
Sayid Hasan Nasrullah menegaskan, tujuan Saudi atas perang melawan Yaman adalah dominasi terhadap negara ini dan mengembalikan hegemoni Amerika-Saudi di situ.
Sekjen Hizbullah Lebanon dengan menegaskan bahwa apa yang berlalu sekarang ini di Yaman adalah penghancuran negara ini di hadapan masyarakat Yaman mengungkapkan, klaim Saudi yang melandaskan dukungan untuk masyarakat Yaman berartikan pembunuhan jumlah banyak masyarakat non militer dan penggunaan senjata-senjata terlarang internasional.
Sekjen Hizbullah mengatakan, adapun yang dilakukan koalisi Saudi sekarang ini di Yaman telah memperumit proses politik solusi krisis Yaman dan menjauhkan pilihan politik dari negara ini. Hal ini berseberangan dengan klaim perealisasiannya.
Sekjen Hizbullah Lebanon mendeskripsikan keluarbiasaan interes masyarakat Yaman dalam ketidaktundukan dan ketidakmunduran mereka di hadapan serangan-serangan para agresor dan menyebut perlawanan agresi Saudi ke Yaman adalah kewajiban insani seluruh masyarakat dunia, pemerintah dan rakyat, termasuk rakyat-rakyat kawasan dan menambahkan, organisasi-organisasi internasional berbicara tentang situasi dan kondisi kemanusiaan yang berbahaya dan penuh bencana. Dunia harus melaksanakan tanggung jawabnya. Politik gagal dalam menekan para pejuang melalui pembunuhan keluarga, para wanita dan penghancuran rumah-rumah mereka. Saya mengatakan kepada para agresor bahwa semua tindakan-tindakan kalian di hadapan kemanusiaan hanya akan memperburuk citra dan kehormatan kalian, masyarakat Yaman akan bersatu di belakang para penjuang, yang telah membela persatuan, kebebasan dan independensi.
Lebih lanjut, beliau meminta pengiriman bantuan ke masyarakat Yaman dan membobol pengepungan atas negara ini yang dilakukan oleh para Saudi dan menambahkan, negara-negara dunia harus mendobrak pengepungan, dengan mengirim bantuan melalui segala cara yang memungkinkan.
Sekjen Hizbullah dengan mengisyaratkan keteguhan dan perlawanan masyarakat Yaman di hadapan tekanan mengungkapkan bahwa rakyat Yaman tidak akan pernah berada di bawah dominasi negara lain.

 

Amerika Sebagai Ganti Menghancurkan ISIS, Malah Memakainya
Sayid Hasan Nasrullah lebih lanjut menjelaskan pergolakan Iran dan mengatakan, sejak semula sudah benar-benar jelas bahwa Amerika dan koalisi Barat dalam serangan ISIS benar-benar sama sekali tidak serius dan sebagai gantinya malah mereka berupaya menggunakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk khidmat kepada tujuan-tujuannya.
“Sudah jelas bahwa Amerika berupaya untuk melemahkan pemerintah Irak dan pasukan negara ini dalam melawan ISIS. Kewajiban kita adalah kita bangkit di hadapan aksi semacam ini dan kita menentangnya, karena masalah ini tidak hanya terbatas pada Irak semata, namun ini adalah langkah pertama untuk mempondasi tahap yang lebih berbahaya dan aksi untuk memecah Irak dan setelah itu membagi Yaman dan setelahnya juga membagi Suriah dan lain-lainnya, generasi kita tidak mengizinkan tinggal diam di hadapan masalah ini. Nasib kawasan ini satu sama lain saling berkaitan, sebuah kawasan di mana sejarahnya adalah satu. Generasi kita tidak lagi mengizinkan untuk mengulang kesalahan yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita, mereka tunduk dan menyerahkan Palestina kepada Israel,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sayid Hasan Nasrullah dengan mengisyaratkan bahwa para musuh sedang melegitimasi pemanifestasian perang klan di kawasan menegaskan, Amerika hendak meluncurkan perang mazhab dan sektarian di kalangan rakyat-rakyat kawasan.
Beliau dengan mengisyaratkan agenda kongres Amerika untuk mempersenjatai pasukan Peshmerga dan Ahlussunnah Irak mengungkapkan, sekarang ini Amerika menyingkap konspirasinya, dimana tahap pertamanya adalah agenda pembagian Irak, dan Amerika disitu mencari persenjataan sebagian kelompok-kelompok di Irak.
Sayid Hasan Nasrullah dengan mengisyaratkan bahwa para marja Najaf meminta kepada kita semua supaya melangkah demi membela seluruh masyarakat Irak dengan tanpa perbedaan menegaskan, pemerintah Irak juga mengamalkan kewajibannya berdasarkan hal ini.
Beliau dengan menjelaskan bahwa masyarakat Irak untuk membela seluruh propinsi negara mereka akan masuk perang dengan para teroris menegaskan, bahwa Amerika mencari pelemahan pemerintah dan marjaiyyah dalam perang melawan ISIS.
Sekjen Lebanon menegaskan, pembagian negara-negara kawasan berdasarkan ras dan mazhab merupakan tujuan terpenting Amerika di kawasan.
Sayid Hasan Nasrullah mengungkapkan, bahkan negara-negara yang melakukan konspirasi dengan Amerika dan yang paling terdepan adalah Saudi juga dalam bahaya pemecahan dan pembagian dan tanggung jawab kita adalah menentang agenda pembagian dan pemecahan Irak.
Sekjen Hizbullah dalam kelanjutan pidatonya mengisyaratkan pergolakan Suriah dan mengatakan, kami sekarang ini berada di hadapan perang psikis dan termasuk rumor-rumor yang disebarluaskan adalah akhir pemerintahan Suriah setelah runtuhnya Jisr al-Shughur, hilangnya kemampuan tentara Suriah dalam melawan teroris, parahnya kondisi Suriah dan berpalingnya para sekutu Suriah dalam membela negara.
Beliau mengungkapkan, tujuan perang psikis ini telah melemahakan tekat masyarakat Suriah dan mereka hendak menciptakan celah dalam kebulatan dan keteguhan mereka serta melalui rumor dan perang psikis ini mereka berupaya meraih apa-apa yang tidak terealisasikan dalam medan pertempuran militer, tidak semestinya memperdulikan rumor dan kebohongan-kebohongan ini, ini adalah sebuah perang psikis dan bukan hal baru lagi, Hal ini sudah dimulai sejak dimulainya krisis Suriah.
Sayid Hasan Nasrullah dengan mengisyaratkan sebagian rumor yang berdasarkan pada pemunduran Republik Islam Irak akan dukungan mereka kepada Suriah mengatakan, pembicaraan tentang pemunduran Irak dari dukungan mereka kepada Suriah adalah ucapan yang sia-sia, tidak ada bukti sama sekali yang mendasarkan bahwa para pemimpin Rusia menuju pencabutan dukungan terhadap para pemimpin Suriah.
Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, adapun yang kita hadapi sekarang ini adalah perang psikis dan para musuh lewat hal tersebut mencari celah untuk mengalahkan interes masyarakat Suriah dan perlawanan mereka dan dengan hal tersebut hendak mencapai sebuah tujuan, yang tidak dapat diraih oleh jalan militer. Ini bukanlah perang psikis baru, namun sudah dimulai sejak dimulainya krisis Suriah.
Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, adapun yang telah dikatakan mengenai sikap Republik Islam Iran, hal itu tidaklah benar dan Imam Khomenei mengumumkan bahwa Iran akan bernegosiasi hanya berkaitan dengan masalah energi nuklir dan tidak akan bernegosiasi hal-hal yang dapat merugikan para sekutunya dan masalah ini menegaskan tentang realita bahwa Iran tidak akan pernah menutup mata dari Suriah.
Sayid Hasan Nasrullah berbicara kepada masyarakat Suriah dengan mengatakan, kami bersama kalian dan akan tinggal disamping kalian, kami akan pergi ke kawasan-kawasan yang mana di situ kami tidak ada dan pada hari-hari terakhir ini kami pergi ke tempat-tempat dimana  pada masa sebelumnya kami tidak pernah pergi ke situ. Tanggung jawab kami terhadap Suriah jelas, meskipun bagi kami tanggung jawab ini akan ditebus dengan sangat berharga sekali.

3259544

Kunci-kunci: Lebanon
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\