IQNA

11:25 - September 27, 2015
Berita ID: 3372167
MINA (IQNA) - Pasca insiden Mina dan meninggalnya ratusan jemaah haji, lembaga dan pelbagai negara mengkritik ketidaklayakan para pejabat Saudi akibat terjadinya insiden kedua haji pada tahun ini.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari situs Perancis, Irfan al-Alawi, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Warisan Islam dalam hal ini mengatakan, mereka bahkan tidak tahu bagaimana cara berinteraksi dengan para jemaah haji. Sama sekali tidak ada manajemen untuk mengontrol mereka.
Muhammad Ja’fari, Konsultan Agen Perjalanan Haji dan Umrah Inggris, yang menrupakan markas pertama pengiriman para peziarah Inggris untuk pergi haji, mengatakan, penutupan jalan menyebabkan insiden tersebut.
“Setiap kali insiden terjadi Saudi selalu mengatakan, ini adalah kehendak Allah; ini bukanlah kehendak Allah, namun ketidakbecusan manusia,” imbuhnya.
Ja’fari mengatakan, wawancara dengan para peziarah yang tergeletak di atas tanah pasca insiden menunjukkan bahwa alasan utama insiden ini adalah kehadiran raja Saudi di gedungnya yang di Mina guna bertemu dengan para pejabat tinggi, yang menyebabkan dua pintu masuk utama lempar Jumrah ditutup dan insiden ini pun terjadi.
“Ketika sebuah arus manusia sedang bergerak, jika itu dihentikan, maka akan menyebabkan insiden tersebut,” imbuhnya.
Ja’fari melanjutkan, pemerintah Saudi yang bertanggung jawab atas masalah ini, karena  setiap kali putra mahkota datang, lantas mereka menutup jalan dan mereka sama sekali tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi.
Joko Widodo, Presiden Indonesia – negara muslim terbanyak dunia – juga dengan mengkritik lemahnya manajemen Saudi mengatakan, manajemen haji harus ditingkatkan, sehingga insiden semacam ini tidak terulang lagi.

3370443

Kunci-kunci: Haji
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\