IQNA

14:49 - December 28, 2017
Berita ID: 3471822
ALJAZAIR (IQNA) - Setelah berlalunya tiga hari dari isu penghapusan plakat anti-Saudi dalam pertandingan sepak bola lokal kota Ain M’lila dan peluncuran perang penuh antara netizen Saudi dan Aljazair di dunia maya, kali ini aksi seorang wahabi ke salah satu patung bersejarah negara ini telah menimbulkan kontroversi.

Menurut laporan IQNA dilansir dari atase kebudayaan Iran di Aljazair, pasca berlalunya tiga hari dari isu pengangkatan plakat anti Saudi dalam pertandingan sepak bola lokal kota Ain M’lila dan peluncuran perang total antara netizen Saudi dan Aljazair di dunia maya dan sebagian media lokal dua negara, kini terjadi insiden serangan seorang ekstremis wahabi ke patung Ain El Fouara, pusat kota industri dan komersil Setif dan memunculkan kontroversi baru nan besar terhadap wahabi di pelbagai media dan dunia maya.

Pelaku dengan membawa palu dan paku besar, telah merusak wajah, bagian dari patung di taman markas kota Setif, yang tersohor dengan Ain El Fouara.

Patung ini dibuat pada tahun 1898 (120 tahun silam) atas perintah penguasa militer Perancis oleh France Duessant, pemahat kenamaan asal Perancis di depan masjid jami kota di tempat wudhu sehingga para jamaah hadir disitu, karena patung ini berlimang dengan air mengalir nan bersih dan suci dari mata air kawasan dan masyarakat dalam sepanjang tahun menggunakannya untuk minum.

Namun masyarakat tempat tersebut tidak mengambil pusing dan terus menjalankan kewajiban-kewajiban agamanya. Namun ironisnya, pasca kemenangan revolusi Aljazair pada tahun 1962, anjuran-anjuran baik tidak diperhatikan dan terkadang patung ini menjadi target serangan dan direnovasi kembali oleh para pejabat setempat. Patung ini juga dirusak pada dekade suram Aljazair (1991-2001) oleh para ekstremis Islam dan kemudian direnovasi kembali.

Namun dikarenakan patung ini sudah lama ada di tempat tersebut, maka hampir menjadi biasa bagi masyarakat sekitar, masyarakat juga sudah menyukainya dan para teroris berfoto di depannya, dan tersohor sebagai simbol kota. Karenanya masyarakat memiliki fanatisme atasnya dan sangat menentang penghancurannya. Dengan demikian, mayoritas masyarakat melakukan perlawanan serius dengan gerakan penghancuran individu wahabi ini dan sebelum tibanya pasukan polisi, mereka berupaya menghalau orang tersebut dengan melempari batu dan kayu sehingga tidak melanjutkan lagi perusakan. Khususnya serangan kali ini bukan dengan persoalan malu, namun orang tersebut mempersoalkannya sebagai masalah berhala.

Azzeddine Mihoubi, Menteri Kebudayaan Aljazair dalam wawancara dengan canel Al-Nahar mengumumkan, patung ini akan segera direnovasi dan akan dikembalikan seperti kondisi semula.

Pasukan keamanan mengumumkan orang tersebut berumur 32 tahun dan dengan kejiwaan 80%, namun masyarakat tidak terlalu mempercayai keterangan polisi ini dan menegaskan, orang tersebut adalah pembawa ideologi ISIS, yang telah menghancurkan situs-situs bersejarah Irak, Afghanistan dan Suriah.

Perlawanan Baru Masyarakat Aljazair terhadap Wahabi

http://iqna.ir/fa/news/3676937

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\