IQNA

11:43 - November 16, 2018
Berita ID: 3472660
MYANMAR (IQNA) - Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, meminta Myanmar dan Bangladesh untuk menghentikan operasi pemulangan pengungsi Rohingya.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, Farhan Haq, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, dalam pernyataan pers di kantor pusat permanen organisasi di New York, mengabarkan permintaan Antonio Guterres kepada Bangladesh dan Myanmar untuk menghentikan pengembalian pengungsi Rohingya ke negara mereka.

Sebelumnya, Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, juga telah meminta Dhaka untuk menghentikan pemulangan 2.200 pengungsi Rohingya ke Myanmar.

Farhan Haq menambahkan: Guterres sangat setuju dengan pernyataan Michelle Bachelet tentang perlunya menghentikan pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar.

"Kami percaya bahwa situasi saat ini tidak sesuai untuk pemulangan para pengungsi ini, di samping fakta bahwa pemulangan harus sukarela dan para pengungsi itu sendiri ingin kembali ke sana dalam keamanan dan bermartabat," katanya.

Pemerintah Myanmar mengumumkan pada Ahad (11/11) bahwa kelompok pertama pengungsi Myanmar akan kembali ke negara mereka pada hari Kamis (15/11).

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pemerintah Myanmar, kelompok pertama dari 2.251 pengungsi Rohingya akan disambut dan selanjutnya 150 Muslim Rohingya akan kembali dari Bangladesh ke Myanmar setiap hari.

Sementara itu, para aktivis hukum percaya bahwa kondisi di Myanmar untuk pemulangan Muslim yang kehilangan kewarganegaraan Rohingya dan melarikan diri ke Bangladesh karena tindakan kekerasan pemerintah Myanmar belum tersedia.

 

http://iqna.ir/fa/news/3763930

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\