IQNA

18:13 - May 17, 2019
Berita ID: 3473125
SRI LANKA (IQNA) - Beberapa orang radikal membakar sebuah pabrik milik Muslim yang terletak di utara Kolombo, Sri Lanka.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu Turki, sekelompok Islamofob menyerbu sebuah pabrik di utara Kolombo, Sri Lanka, yang merupakan tempat kerja kaum Muslim, dan dengan membakarnya, telah menyebabkan banyak kerusakan pada perangkat dan peralatan pabrik.

Saat ini tidak ada laporan korban dalam insiden tersebut.

Uskup Agung Kolombo, Kardinal Malcolm Ranjith, dengan mengecam serangan terhadap Muslim, meminta semua kelompok agama dan ras untuk persatuaan.

Dia menekankan bahwa gerakan anti-Islam harus dihentikan dengan cepat. “Setiap orang harus memiliki negara di mana semua agama dan ras hidup berdampingan. 21 April adalah insiden yang tidak menyenangkan dalam sejarah kami, tetapi sekarang kami harus mengendalikan perasaan dan bersatu. Jangan biarkan kendali situasi hilang,” ucapnya.

Lebih lanjut Uskup Agung Kolombo menyatakan: "Berita tentang serangan terhadap tempat kerja dan ibadah Muslim dipublikasikan. Kami ingin semua orang menahan diri dari tindakan seperti itu. Kelompok-kelompok yang melakukan hal-hal ini memiliki afiliasi politik. Kami meminta semua pemimpin politik untuk menindak para pelaku serangan ini dan tidak membiarkan mereka bertindak menyalahi hukum."

Beberapa ledakan terjadi di pelbagai titik ibukota, Sri Lanka, yang menewaskan lebih dari 250 orang dan 500 lainnya luka-luka dalam serangan 21 April 2019 pada perayaan Paskah Kristen. Beberapa hari kemudian, 15 orang terbunuh oleh tiga ledakan di sekitar kota Kalmunai di Sri Lanka. Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Setelah ledakan itu terjadi, beberapa kelompok radikal juga menargetkan toko, pabrik, dan tempat-tempat ibadah Muslim lainnya di negara itu, yang juga telah menelan korban jiwa.

 

http://iqna.ir/fa/news/3811857

 

Kunci-kunci: Sri Lanka ، Pabrik ، Muslim Sri Lanka
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\