IQNA

17:14 - October 21, 2019
Berita ID: 3473535
HONG KONG (IQNA) - Selama demo pada hari kemarin, pemimpin Hong Kong meminta maaf karena penghinaan polisi atas sebuah masjid di kota ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Reuters, pasca penghinaan kepolisian Hong Kong ke sebuah masjid di kota itu dalam demo, pemimpin Hong Kong, Carrie Lam meminta maaf kepada Muslim pada hari ini (Senin).

Dalam demo dan bentrokan pada hari Ahad, polisi menggunakan mobil penyemprot yang berisi cairan berwarna biru untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Ketika beberapa pengunjuk rasa sedang berlari dari depan masjid, polisi menyemprot pintu masuk dan tangga masjid ini. Selama aksi ini, sejumlah Muslim hadir di masjid untuk menunaikan salat Dhuhur.

Masjid ini adalah pusat ibadah paling penting bagi Muslim Hong Kong. Seorang juru bicara pemimpin Hong Kong mengatakan bahwa Carrie Lam mengunjungi Masjid Kowloon sebelum melakukan perjalanan ke Jepang. Dengan mengenakan syal, ia pergi ke masjid dan meminta maaf kepada para pemimpin Muslim atas tindakan polisi tersebut.

Muhammad Arshad, imam jamaah masjid, menerima permintaan maaf Carrie Lam dan mengumumkan bahwa komunitas Muslim Hong Kong berharap kesinambungan hidup mereka di kota ini dengan damai

Polisi dalam sebuah pernyataan mengumumkan, masjid itu secara tidak sengaja menjadi sasaran dan para pejabat polisi berkomitmen dengan kebebasan beragama dan berusaha melindungi semua tempat ibadah.

Diperkirakan antara 250.000 hingga 300.000 Muslim tinggal di Hong Kong. Banyak dari mereka adalah imigran dari negara-negara seperti Pakistan, India, Malaysia dan Indonesia, dan populasi muslim keturunan China juga sekitar 40.000 orang.

Hong Kong memiliki lima masjid permanen dan satu masjid sementara. Ada juga puluhan sekolah Islam di sana.

 

https://iqna.ir/fa/news/3851287

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\