IQNA

Wawancara IQNA:
13:57 - December 11, 2019
Berita ID: 3473704
NIGERIA (IQNA) - Putri Syaikh Zakzaky, Suhaila Zakzaky, dengan mengisyaratkan sejumlah kesulitan yang menghadapi pembebasan ayahnya, telah menekankan perlunya lebih banyak tekanan internasional pada pemerintah Nigeria untuk membebaskan pemimpin Gerakan Islam Syiah negara ini.

Menurut laporan IQNA, pada bulan Desember, tentara Nigeria menyerang Husainiyah Baqiyatullah dan kemudian kediaman Syaikh di Zaria, provinsi Kaduna. Pasukan tentara membantai lebih dari 1.000 orang, termasuk 297 perempuan, 23 perempuan hamil, 548 laki-laki dan 193 anak-anak.

Syaikh Zakzaky dan istrinya ditangkap dalam insiden itu dan telah dipenjara sampai saat ini. Di sisi lain, pemerintah Nigeria telah melarang kegiatan Gerakan Islam Nigeria.

Pada bulan Desember, seorang hakim di pengadilan Nigeria memutuskan bahwa penahanan berkelanjutan terhadap Syaikh Zakzaky dan istrinya melanggar hak-hak mereka berdasarkan Pasal 35 konstitusi Nigeria, oleh karena itu, Syaikh Zakzaky dan istrinya harus dibebaskan dalam waktu 45 hari sejak putusan, tetapi pemerintah tetap enggan dalam menjalankan putusan ini. Persidangan selanjutnya dari pemimpin Gerakan Islam Nigeria dijadwalkan pada tanggal 6 Februari 2020.

Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk eksekusi yang sewenang-wenang, dengan mengecam penggunaan berlebihan kekerasan pemerintah terhadap Gerakan Islam Syiah Nigeria, telah menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa gerakan itu dipersenjatai atau sebagai sebuah ancaman terhadap pemerintah Nigeria. Bertepatan dengan peringatan tahun keempat pembunuhan Zaria dan penangkapan pemimpin Syiah di Nigeria, kami berbicara dengan Suhaila Zakzaky, putri Syaikh Ibrahim Zakzaky, untuk memberi tahu kami tentang kondisi ayahnya dan masalah yang dihadapi pembebasannya.

Dia pertama-tama menyatakan: Pemerintah Nigeria telah melanggar hukum domestik dan internasional dan telah mengabaikan putusan pengadilan selama bertahun-tahun serta telah menekan Syaikh Ibrahim Zakzaky dan para pendukungnya serta menekan mereka dengan keras.

Alasan Penindasan Komunitas Syiah di Nigeria

Berbicara tentang penyebab tekanan pemerintah Nigeria pada Syaikh Zakzaky dan Syiah di negara itu, ia mengatakan, para pendukungnya selalu menghadapi tekanan pemerintah sejak berdirinya Gerakan Islam Nigeria. Salah satu alasan tekanan itu adalah Syaikh Zakzaky ingin mengubah sistem pemerintahan Nigeria yang tidak adil dan membawa keadilan ke negara itu.

Masalah yang Dihadapi Pembebasan Syaikh Zakzaky Menurut Putrinya/ Perlunya Tekanan Internasional pada Pemerintah Nigeria

Suhaila Zakzaky terkait pandangan masyarakat Nigeria tentang Syaikh Zakzaky dan Gerakan Islam Nigeria menyatakan: Nigeria adalah negara besar dengan populasi besar dan tidak semua orang berpikiran sama. Beberapa orang setuju dengan tekanan pemerintah pada Syiah, tetapi banyak orang yang sedih dengan ketidakadilan di negara ini. Gerakan Islam Nigeria, yang dipimpin oleh Syaikh Zakzaky, telah populer di kalangan rakyat sebelum dan sesudah pecahnya kekerasan militer terhadapnya karena ia berjuang melawan ketidakadilan di negara itu. Bahkan banyak dari mereka yang menentang gerakan saat ini menganggap perlakuan pemerintah terhadap para pendukung gerakan ini tidak adil.

Prospek Masa Depan

Dia mengatakan tentang prospek masa depan kasus ini dan apa yang bisa dilakukan untuk membebaskan Syaikh dan istrinya, Moallemah Zeenat: “Secara hukum, saya tidak berpikir ada jalan keluar, karena pengadilan empat tahun lalu memutuskan bahwa penangkapan Syaikh adalah ilegal dan perlunya pembebasan untuknya. Tetapi pemerintah Nigeria telah menolak untuk menjalankan putusan itu. Pengabaian pemerintah Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari bukan hanya tentang keputusan ayah saya atau Gerakan Islam semata, bahkan pemerintah Buhari telah tidak mengindahkan banyak keputusan terkait orang lain. Sejumlah statistik menunjukkan bahwa ia melanggar putusan pengadilan dalam 40 kasus.”

Putri Syaikh Zakzaky menekankan: Karena pemerintah tidak menghormati perintah pengadilan, tidak ada harapan akan hasil hukum dan tidak ada prospek yang jelas apakah pemerintah pada akhirnya akan mematuhi hukum ataukah tidak.

Perlunya Tekanan Lebih pada Pemerintah Buhari

"Saya berharap LSM dan aktivis independen akan melakukan sebanyak yang mereka bisa untuk menekan pemerintah Nigeria untuk mematuhi hukum," katanya.

Di penghujung, Suhaila Zakzaky mengatakan: “Sejauh ini banyak organisasi dan individu telah mencoba melakukan ini, tetapi ketika kita melihat skala dan tingkat kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah, kita menemukan bahwa tindakan ini tidak cukup. Militer Nigeria telah membantai ratusan pengikut Syaikh dalam beberapa tahun terakhir dan melukai serta menangkap ribuan lainnya. Jadi ini bukan kasus sederhana, dan sejumlah orang dan lembaga independen serta pendukung HAM perlu memberi tekanan lebih pada pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

https://iqna.ir/fa/news/3862956

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\