IQNA

9:47 - February 02, 2020
Berita ID: 3473897
MALAYSIA (IQNA) - 34 Organisasi masyarakat sipil Malaysia dengan mengeluarkan pernyataan bersama, menyatakan penentangannya terhadap rencana Amerika-Israel yang dikenal sebagai Kesepakatan Abad.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, perwakilan dari 34 organisasi masyarakat sipil Malaysia pada Jumat (31/1), lewat sebuah pertemuan di Kuala Lumpur, ibukota negara itu, mengumumkan penentangannya dengan rencana Amerika-Israel yang disebut dengan Kesepakatan Abad.

Dalam pernyataan bersama organisasi-organisasi ini, yang dibacakan pada konferensi pers oleh Muhammad Azmi Abdul Hamid, Wakil Ketua Dewan Konsultasi Organisasi Islam Malaysia (MAPIM), disebutkan: “Rencana itu tidak hanya tidak membawa perdamaian bagi rakyat Palestina, bahkan merupakan pelanggaran paling buruk hak mereka.”

Lebih lanjut pernyataan itu menyebutkan, rencana tersebut bertujuan untuk memaksa rakyat Palestina supaya menghentikan perjuangan mereka yang sah dan melepaskan hak mereka untuk kembali ke tanah air dan kedaulatan mereka.

Pernyataan itu di samping mengkritik negara-negara yang mendukung rencana ilusi ini, khususnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain, menekankan alih-alih membela hak-hak rakyat Palestina, justru mereka menyokong kebijakan AS dan Israel untuk lebih jauh melanggar hak-hak Palestina.

Di penghujung pernyataan disebutkan: LSM, politisi dan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai agama di Malaysia dan di seluruh dunia perlu berteriak menentang rencana perdamaian ilusi AS-Israel.

Demikian juga, Kedutaan Besar Palestina di Kuala Lumpur menggelar unjuk rasa dalam menentang rencara Kesepakatan Abad Amerika pada Jumat, 31 Januari, dan para demonstran dalam demo ini, yang termasuk sekelompok warga negara Malaysia dan minoritas Palestina dan Arab yang tinggal di negara ini, organisasi dan lembaga masyarakat sipil Palestina, mereka dengan tegas mengumumkan penentangnnya dengan rencana tersebut.

Perlu diketahui, Presiden AS, Donald Trump pada hari Selasa, 28 Januari, di hadapan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis dan Duta Besar Uni Emirat Arab, Bahrain dan Oman mengumumkan rencana Kesepakatan Abad AS-Israel dan hal ini mendapat penentangan dunia.

 

https://iqna.ir/fa/news/3875510

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\