IQNA

Al Jazeera:
14:15 - March 13, 2020
Berita ID: 3474029
TEHERAN (IQNA) - Al Jazeera melaporkan pengamatan Muslim India tentang penyiksaan dan kekerasan yang meluas umat Hindu terhadap Muslim di New Delhi.

Al Jazeera melaporkan, beberapa korban kekerasan baru-baru ini terhadap Muslim di New Delhi, ibukota India, terutama di wilayah Andhra Pradesh, telah berbicara tentang insiden kekerasan yang dilakukan oleh umat Hindu ekstrem terhadap Muslim dan menempatkan mereka dalam kondisi yang sangat sukar.

Insiden-insiden ini telah mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 30 Muslim, yang beberapa dari mereka adalah dari satu keluarga. Jadi orang-orang Muslim mencari tempat yang aman untuk hidup sampai mereka pindah ke lingkungan Mustafa Abad, 5 kilometer dari ibukota, tetapi mereka masih tidak luput dari agresi dan kekerasan-kekerasan umat Hindu.

Saud Alam, seorang penduduk Shiv Vihar, yang terletak timur laut New Delhi, mengatakan: "Setelah melarikan diri bersama keluarganya, mereka telah meninggalkan tempat tinggal dan semua tanggungan mereka dan tidak membawa pakaian selain yang ada pada mereka."

Al Jazeera menambahkan: Semua keluarga Muslim India telah berlindung di bangunan-bangunan besar (gudang) yang telah dibuat sejumlah pengusaha Muslim untuk dihuni Muslim yang kabur dari tangan Hindu ekstrem.

Dalam hal ini, Ny. Mumtaz, salah satu Muslimah India, mengatakan kepada Al Jazeera tentang pembakaran rumahnya oleh orang-orang Hindu: “Saya kehilangan semua dokumen saya karena terbakar di rumah saya, jadi bagaimana saya bisa membuktikan kewarganegaraan India saya dan anak-anak saya? Setelah pembakaran dokumen identitas saya, terutama setelah amandemen undang-undang tentang kewarganegaraan, yang merupakan beban besar dalam hak kita umat Islam?”

Fakta Pahit tentang Kejahatan terhadap Muslim di India

Undang-undang Kewarganegaraan India

Pelanggaran dan kekerasan terhadap Muslim India, setelah pengesahan undang-undang kewarganegaraan di parlemen India, adalah untuk warga negara India yang memberikan dokumen identitas India kepada semua pengikut agama di India tetapi mengecualikan umat beragama Islam.

Undang-undang ini bertujuan untuk menggusur imigran Muslim yang telah tinggal di India selama lebih dari satu abad dan memiliki dokumen identitas India. Ada lebih dari 20 juta Muslim yang beremigrasi ke India dari negara lain.

Rashid, seorang Muslim yang tinggal selama bertahun-tahun di Shiv Vihar di lingkungan Hindu dan sekarang dipaksa untuk melarikan diri dari lingkungan itu, mengatakan tokonya telah dibakar dan barang-barangnya telah dijarah. Mereka sekarang melarikan diri dengan semua keluarga Muslim dari Shiv Vihar dan tinggal di daerah yang berdekatan.

Fakta Pahit tentang Kejahatan terhadap Muslim di India

Dia menambahkan: Pembakaran rumah-rumah dan toko-toko Muslim telah direncanakan sebelumnya oleh para Hindu ekstrem yang didukung oleh partai penguasa di India dan umat Hindu telah memasang bendera oranye dengan ungkapan-ungkapan Hindu di rumah-rumah dan toko-toko Muslim sebelum melancarkan aksi kekerasan mereka sehingga tidak keliru dalam pembakaran rumah-rumah.

Kota Hantu

Menurut wartawan yang telah mengunjungi Shiv Vihar, lingkungan Muslim di Shiv Vihar telah menjadi kota hantu setelah dikepung oleh polisi India. Pengepungan itu dimaksudkan untuk menyembunyikan kerugian fisik dan finansial yang telah ditimbulkan oleh  umat Hindu terhadap Muslim di lingkungan itu. Penduduk setempat mengatakan mayat-mayat dibakar di dalam bangunan sebagai akibat dari blokade tempat tersebut.

Media juga merilis gambar perusakan masjid, yang telah terbakar habis oleh kapsul gas, sementara kuil Hindu di lingkungan itu tidak mengalami kerusakan.

Fakta Pahit tentang Kejahatan terhadap Muslim di India

Polisi New Delhi menghadapi banyak tuduhan dalam mendukung agresi Hindu ekstrem terhadap Muslim. Dia juga dituduh memfasilitasi masuknya umat Hindu ke lingkungan Muslim dan membantu kesinambungan pelanggaran mereka.

Menurut kesaksian beberapa Muslim yang tinggal di daerah itu, polisi India tidak menanggapi panggilan darurat dari warga lingkungan Shiv Vihar selama 9 jam setelah kekerasan umat Hindu terjadi dan Muslim tidak memiliki cara untuk mengadu. (hry)

Fakta Pahit tentang Kejahatan terhadap Muslim di India

3884871

Kunci-kunci: New Delhi ، Fakta Pahit ، Kejahatan ، Muslim ، India
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\