IQNA

12:29 - June 14, 2020
Berita ID: 3474304
TEHERAN (IQNA) - Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah mengumumkan bahwa para pejabat Saudi sedang mengkaji kemungkinan pembatalan ibadah haji untuk pertama kalinya sejak berdirinya pemerintah Al-Saud pada tahun 1932.

Financial Times melaporkan, seorang pejabat senior Saudi mengatakan negara itu akan mempertimbangkan beberapa opsi untuk haji tahun ini setelah penyebaran wabah corona.

Pernyataan itu muncul setelah jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Arab Saudi melebihi 100.000 orang.

Para pejabat Saudi mendapat tekanan intensif untuk mengambil tindakan pencegahan jauh-jauh hari setelah pengumuman penundaan Olimpiade Tokyo 2020.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Financial Times bahwa masalah ini sedang dipertimbangkan dengan hati-hati dan bahwa berbagai opsi sedang dipertimbangkan. Salah satu opsi ini adalah mengurangi jumlah peziarah menjadi setengah dari jumlah yang biasa. Tentu saja, semua pilihan ada di atas meja, tetapi kesehatan para peziarah adalah prioritas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang berkonsultasi dengan para pejabat Saudi tentang masalah pembatalan musim haji tahun ini, tetapi Arab Saudi belum membuat keputusan itu.

Arab Saudi diperkirakan akan mendapatkan $ 12 miliar dari ibadah haji tahun ini. (hry)

 

3904434

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\