IQNA

Wawancara IQNA dengan Profesor Universitas Cornell:
9:13 - October 13, 2020
Berita ID: 3474680
TEHERAN (IQNA) - Orang Afrika-Amerika adalah minoritas Demokrat yang paling penting, dengan jumlah pemilih yang lebih tinggi dalam pemilihan presiden AS (mendukung Demokrat) dibandingkan tahun 2016; dalam persaingan ketat, mereka bisa menawarkan kemenangan untuk Biden dalam pemilu.

IQNA melaporkan, pemilihan presiden AS tahun ini bisa disebut sebagai pemilu paling istimewa dalam sejarah politik negara ini. Penyebaran Covid-19 dan terinfeksinya Presiden Donald Trump dan salah satu calon pada pemilu kali ini, bersama dengan isu-isu seperti kemungkinan penipuan dan keresahan, menyebabkan pemilu ini mendapat perhatian lebih dari sebelumnya. Namun, beberapa pakar politik percaya bahwa meski tanpa masalah seperti Corona, kehadiran Donald Trump sebagai salah satu kandidat saja membuat pemilu kali ini lebih kontroversial daripada kompetisi sebelumnya.

Di sisi lain, meletusnya protes orang kulit hitam di Amerika Serikat yang diawali dan dilanjutkan dengan pembunuhan seorang pria kulit hitam bernama George Floyd oleh polisi, memunculkan peran orang kulit hitam dan ras Amerika serta agama minoritas pada umumnya (seperti Muslim yang sangat kritis terhadap kebijakan Trump) lebih menentukan dalam pemilihan tahun ini.

Elizabeth Sanders, seorang ahli urusan AS, percaya bahwa dengan pandangan negatif dari minoritas AS terhadap kebijakan Donald Trump, kehadiran luas minoritas ras dan agama AS di kotak suara dapat membawa kemenangan bagi calon Demokrat, Joe Biden.

Dia adalah profesor di Cornell University di New York dan pakar politik Amerika. Sanders telah memberikan banyak makalah, artikel, dan pidato di berbagai bidang seperti kepresidenan dan perkembangan politik. Dalam wawancara dengan IQNA, dia berbicara tentang pemilihan presiden AS dan perbedaannya dari periode sebelumnya.

“Jelas bahwa ini karena kepribadian dan latar belakang yang tidak biasa Donald Trump, yang tidak memiliki pengalaman manajemen lembaga publik; Kami tidak pernah memiliki presiden seperti dia di Amerika Serikat,” kata Elizabeth Sanders menanggapi pertanyaan tentang suasana tegang pada pemilihan presiden AS tahun ini dan tuduhan-tuduhan penipuan, merujuk pada kepribadian Presiden AS, Donald Trump.

Dengan mengisyaratkan pada dampak corona Trump pada pemilihan presiden tahun ini, Sanders menyatakan, sulit untuk mengomentari ini. Trump Fan Club mungkin melihat "pemulihan cepat" Trump sebagai bukti pengobatan penyakitnya. 55 persen masyarakat lainnya (pendukung Demokrat dan lainnya) takut akan kecerobohan Trump tentang Corona dan desakannya untuk tetap hadir di tengah-tengah staf Gedung Putih.

Dalam menanggapi pertanyaan terkait peran minoritas dalam masyarakat Amerika, seperti Muslim, dalam pemilihan presiden tahun ini, pakar AS itu mengatakan: “Saya tidak yakin bahwa peran minoritas dalam pemilihan tahun ini lebih penting daripada pemilihan yang membawa kemenangan kepada Barack Obama. Biden bukanlah kandidat yang menarik (untuk minoritas) seperti Obama. Namun, kebanyakan Muslim tinggal di negara bagian yang sebelumnya sangat pro-Demokrat. Daya tarik Trump terhadap orang Latin tampaknya sedikit meningkat, setidaknya di negara bagian yang sama pentingnya dengan Florida.”

Partisipasi Tinggi dari Ras Minoritas Menjamin Kemenangan Biden

“Minoritas paling penting dari Demokrat adalah orang Afrika-Amerika, yang kesetiaan dan partisipasinya (mendukung Demokrat) tinggi saat ini. Diharapkan partisipasi mereka tahun ini akan lebih tinggi daripada tahun 2016, dan pada pemilu kali ini mereka dapat mempersembahkan (memenangkan) pemilu untuk Biden,” kata seorang profesor Universitas Cornell di New York.

Dalam menjelaskan mengapa dia tidak membahas masalah kebijakan luar negeri AS dalam debat dan propaganda presiden tahun ini, Sanders mengatakan: “Kebijakan luar negeri menonjol dalam kampanye Trump, tetapi karena alasan itu, mengingat polarisasi tajam partai dan rakyat Amerika, Demokrat sedikit memperhatikan kebijakan luar negeri. Perlu dicatat dalam perdebatan bahwa Biden / Harris kritis terhadap perjanjian perdagangan baru Trump dan upayanya untuk mengubah sifat perdagangan AS-Cina. Tetapi dengan meningkatnya keraguan dan kebimbangan tentang Cina di Amerika Serikat dan luar negeri, Demokrat pada akhirnya harus kurang mengupas Cina daripada beberapa dekade lalu. Mereka tampaknya tidak memahami bagaimana hubungan AS-Cina berubah. Oleh karena itu, tidak banyak yang dapat dikatakan tentang hubungan ini.”

“Tentu saja, kebijakan ini berhasil. Tapi Hillary Clinton memulai permainan dengan mengejek kelas pekerja non-akademis. Media semakin bias dan terpolarisasi dalam pemilu,” kata seorang profesor Universitas Cornell yang mengkonfirmasi beberapa komentar tentang kebijakan Trump dan polarisasi masyarakat Amerika.

Di penghujung, Sanders menggambarkan kebijakan Trump dan Biden tentang Iran sama sekali berbeda, dan mengatakan: Trump adalah musuh sengit Iran karena hubungan Trump yang sangat kuat dengan Israel dan Arab Saudi. Saya berharap Biden mencoba untuk kembali ke perjanjian yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama dan hubungan yang tidak terlalu bermusuhan dengan Iran; meskipun Biden lebih mendukung kebijakan politik Israel dibandingkan Obama, Bernie Sanders, dan Kelompok Kiri Demokrat (terutama para demokrat yang lebih muda). (hry)

 

3928602

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\