IQNA

10:10 - December 07, 2020
Berita ID: 3474842
TEHERAN (IQNA) - Sekelompok pengungsi Rohingya di Bangladesh telah diasingkan ke pulau terpencil yang menurut organisasi hak asasi manusia akan menghadapi masalah keamanan, kesehatan, dan mata pencaharian yang meluas.

CNN melaporkan, ratusan pengungsi Rohingya di Bangladesh dievakuasi ke pulau terpencil di Teluk Benggala hari ini. Namun, ada kekhawatiran tentang pemindahan paksa ini dan pemeliharaan tak terbatas mereka di pulau itu.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh, Shahriar Alam, sebuah kapal yang membawa 1.642 pengungsi sedang melakukan perjalanan ke Bashan Char, sebuah pulau sekitar 40 km di lepas pantai Chittagong.

Pemerintah Bangladesh telah menghabiskan beberapa tahun untuk membangun tempat perlindungan untuk mengangkut 100.000 pengungsi Rohingya dari kamp Cox's Bazar di perbatasan Myanmar.

Kelompok hak asasi manusia dan pencari suaka selalu menyatakan keprihatinannya tentang keamanan pulau tak berpenghuni dan dataran rendah ini, karena pulau itu terus menerus terkena badai dan banjir yang parah.

Human Rights Watch menilai situasi di pulau itu lemah dan mengatakan bahwa pencari suaka di sana menghadapi kekurangan obat-obatan. Mereka juga khawatir para pengungsi ini tidak dapat meninggalkan pulau itu untuk mencari nafkah atau mengakses fasilitas pendidikan.

Demikian juga tidak jelas peran apa yang akan dimainkan kelompok hak asasi manusia di sana. Dalam sebuah pernyataan, Organisasi Pengungsi Internasional menyebut langkah pemerintah Bangladesh "berpandangan pendek dan tidak manusiawi" dan harus dihentikan. (hry)

 

3939240

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\