IQNA

Pakar Studi Amerika:
10:41 - May 25, 2021
Berita ID: 3475361
TEHERAN (IQNA) - Pakar studi AS dengan mengisyaratkan warisan empat tahun kebijakan luar negeri untuk pemerintahan AS yang baru mengatakan: “Pemerintahan Biden telah mewarisi banyak tantangan dan ambiguitas dari era Trump di arena global, dan meskipun Timur Tengah bukan salah satu prioritas utama pemerintahan baru, namun ada beberapa masalah di kawasan ini yang perlu ditangani oleh pemerintah Biden”.

IQNA melaporkan, keluarnya AS dari perjanjian-perjanjian penting internasional, eskalasi perang perdagangan dengan China, dan berbagai krisis yang diciptakan oleh pemerintahan Trump di Timur Tengah telah mengubah kebijakan luar negeri AS menjadi benang kusut. Pemerintahan Biden, yang mewarisi kekacauan dan banyak masalah yang tersisa dari era Trump, sekarang harus menetapkan prioritas kebijakan luar negerinya. Meskipun mengendalikan China dan memperkuat hubungan dengan sekutu Eropa adalah prioritas kebijakan luar negeri utama Biden, ada banyak masalah yang belum terselesaikan di kawasan Asia Barat sejak era Trump yang harus ditangani oleh pemerintahan baru AS.

Pada bagian pertama percakapan dengan IQNA, Abbas Aslani, seorang ahli studi Amerika, berbicara kepada IQNA tentang kebijakan Timur Tengah AS selama periode Biden, bagian pertama adalah sebagai berikut:

IQNA - Beberapa ahli dan analis meyakini bahwa di era Biden, kawasan Asia Barat telah menjadi prioritas kebijakan AS. Apa pendapat Anda tentang ini?

Kawasan Timur Tengah dan banyak masalah di bidang kebijakan luar negeri Amerika Serikat tidak banyak menjadi prioritas bagi pemerintahan baru. Ada beberapa alasan untuk ini; Alasan pertama adalah penyebaran virus corona di dunia, tidak terkecuali Amerika Serikat, dan masalah ini bermula dari pemerintahan AS sebelumnya, serta kinerja dan manajemen pemerintahan Trump dalam menghadapi penyakit ini menyebabkan banyak kritik.

Kami telah melihat tahun-tahun yang penuh gejolak di Amerika; Diskusi kesenjangan sosial dan politik, baik antar masyarakat dalam ranah sosial antara etnis dan kelompok di dalam negeri maupun di arena politik. Demonstrasi di Amerika Serikat dikarenakan kekerasan polisi.

Benang Kusut; Warisan Kebijakan Luar Negeri Timur Tengah Trump untuk Pemerintahan Biden

Di ranah luar negeri, baik pejabat pemerintah Biden maupun dirinya sendiri mencatat bahwa masalah seperti China dan Rusia atau masalah Afghanistan, dan kemudian Korea Utara, dan masalah seperti masalah Iran dan JCPOA akan menjadi prioritas berikutnya.

Salah satu prioritas Biden adalah memulihkan hubungan "transatlantik" dengan orang Eropa, yang rusak selama era Trump.

Di antara masalah kebijakan luar negeri Biden yang paling penting adalah China dan hubungannya dengan Eropa atau perdebatan iklim.

IQNA - Di kawasan Asia Barat, kita melihat bahwa terdapat banyak pangkalan dan kekuatan militer AS di Arab dan negara-negara tetangga, dan Amerika Serikat memiliki kepentingan ekonomi yang besar di kawasan tersebut, dan masalah Israel selalu menjadi prioritas kebijakan luar negeri AS. Bagaimana menurut Anda prioritas kebijakan luar negeri AS di kawasan kita selama era Biden?

Kami menghadapi banyak masalah di wilayah ini; tetapi intinya adalah bahwa kebijakan luar negeri AS biasanya dipengaruhi oleh lobi Zionis, dan Israel telah mencoba mempengaruhi kebijakan luar negeri AS di kawasan dan menggambarkan Iran sebagai ancaman, dan kebijakan ini telah berlangsung selama beberapa dekade. Tetapi sejauh mana pemerintah harus terpengaruh oleh ini atau tekanan lobi masih dipertanyakan.

Diskusi tentang kesepakatan damai yang ditandatangani oleh pemerintah AS sebelumnya dengan Taliban dan bagaimana nasib kesepakatan ini adalah di antara masalah-masalah penting; pembahasan kehadiran AS di beberapa negara di kawasan ini, dan khususnya rencananya untuk Irak; Apa rencananya untuk Suriah?

Dalam kasus Palestina juga terdapat ketidakjelasan tentang apa yang akan terjadi, misalnya terhadap keputusan-keputusan pemerintahan sebelumnya terhadap Palestina dan Israel pada periode Biden. (hry)

 

396682

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: