IQNA

3:54 - September 22, 2021
Berita ID: 3475755
TEHERAN (IQNA) - Komite Peninjau Alquran yang berafiliasi dengan pusat Islam Al-Azhar, sebagai pengelola urusan Alquran di Mesir, sejauh ini telah berulang kali mencegah pencetakan salinan Alquran yang salah, yang sebagian besar terkait dengan kesalahan ketik atau salah harakat kata-kata Alquran.

IQNA melaporkan seperti dilansir elbalad.news, orang Mesir secara historis aktif dalam merevisi Alquran di dunia Arab dan Islam, dan komite ini merupakan komite revisi Alquran tertua di dunia.

Panitia ini mengkaji dan merevisi Alquran dalam hal keakuratan teks dan kepatuhan terhadap aturan-aturan kaligrafi dan kepatuhan terhadap aturan tajwid dan bacaan mutawatir dan telah berulang kali mencegah pencetakan salinan Alquran karena kesalahan ketik atau salah harakat saat menulis untuk menjaga Alquran.

Abdul Karim Ibrahim Saleh, Ketua Panitia Pengkaji Alquran Al-Azhar, mengatakan tentang keanggotaan para guru dalam panitia ini: “Menguasai ilmu tajwid, kaligrafi Alquran, tempat berhenti (wakf) dan memulai bacaan (ibtida), pemberian jarak dan ketelitian yang diperlukan dalam mengkaji adalah di antara syarat-syarat tersebut; karena Alquran memiliki metode dan pendekatan yang berbeda dalam penulisannya”.

Saleh menekankan, mengingat bahwa lembaga peninjau Alquran Al-Azhar diafirmasi di seluruh dunia, setiap percetakan Alquran dari negara manapun dapat menyediakan Alqurannya ke pusat ini untuk review akhir sebelum dicetak. (hry)

3999026

Kunci-kunci: Percetakan ، Alquran ، Mesir
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\