IQNA

8:35 - December 08, 2021
Berita ID: 3476124
TEHERAN (IQNA) - Media-media Israel mengabarkan, kian dekatnya hubungan Teheran-Abu Dhabi telah memicu kekhawatiran Tel Aviv.

IQNA melaporkan seperti dilansir liputanislam.com, Middle East Eye melaporkan, hubungan hangat Iran-UEA tidak bisa diterima. Seperti diberitakan media-media, Penasihat Keamanan Nasional UEA, Tahnoon bin Zayed pada hari Senin lalu melawat ke Teheran dan menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama keamanan dengan Iran.

“Kunjungan pejabat senior UEA ke musuh nomor satu Israel di Kawasan adalah peringatan bagi Otoritas di Tel Aviv. Sebelum ini, kesepakatan kerja sama ekonomi antara Turki, UEA, dan Iran juga telah ditandatangani bulan lalu,”tulis Middle East Eye.

Berdasarkan kesepakatan antara Teheran dan Abu Dhabi, barang-barang dari UEA akan dibawa ke Turki melalui Iran, untuk kemudian didistribusikan ke Eropa. Diestimasikan bahwa jalur baru ini akan menghemat durasi transportasi ke Eropa hingga satu pekan. Distribusi barang saat ini melalui Terusan Suez menghabiskan sedikitnya 20 hari.

“Di saat ribuan orang Israel berkunjung ke UEA dan disambut dengan tangan terbuka, kehadiran orang-orang Iran di sana bisa saja membahayakan. Israel akan terus mengawasi poros baru antara Abu Dhabi dan Teheran,”ujar seorang pejabat Israel.

Yedioth Ahronoth menulis, sebelum ini Tahnoon berkali-kali mengunjungi Tanah Pendudukan dan bertemu dengan mantan Direktur Mossad, Yossi Cohen.

Harian ini menyatakan, hubungan hangat antara Abu Dhabi dan Tel Aviv masih tetap berlangsung kendati UEA kian dekat dengan Iran.

Meski begitu, kata pejabat Israel ini, jika pintu antara Teheran dan UEA semakin terbuka, hal ini bisa membuat keadaan lebih buruk.

Dalam kelanjutan laporannya, Yedioth Ahronoth mengutip dari seorang pejabat UEA, yang berkata bahwa sikap diplomatik UEA terhadap Iran dan Turki telah berubah dalam satu pekan terakhir.

Menurutnya, perubahan ini terjadi setelah fokus politik AS tertuju ke Laut China Selatan dan kawasan Asia Tengah.

Para petinggi Rezim Zionis mengatakan kepada Israel Hayom, UEA merasakan kelemahan AS di Gedung Putih. Kesepakatan normalisasi UEA-Israel di tahun 2020 bisa diwujudkan lantaran AS masih kuat dan bisa dipercaya.

“UEA tengah mengadopsi langkah-langkahnya dari buku diplomatik Qatar. Mereka memanejemen hubungan di kawasan panas seperti Timteng. Mereka mempertahankan hubungan hangat dengan AS, dan di saat yang sama, menjalin hubungan dengan Iran, Turki, Israel, dan faksi-faksi politik lain,”kata para petinggi Israel ini.

Mantan PM Israel Benyamin Netanyahu menyatakan, UEA bergerak ke arah Iran karena merasakan kelemahan AS.

“Mereka merasa telah terjadi perubahan di Washington, juga di Israel. Kesepakatan antara negara-negara Teluk dan Israel berada dalam bahaya,”ujar Netanyahu.

Harian Maariv juga menyebut cairnya hubungan antara UEA dan Iran sebagai hal yang mengkhawatirkan. Harian Israel ini mendeskripsikan hubungan ini sebagai “diplomasi senyum.”

Di lain pihak, Israel cemas bahwa berkurangnya tekanan sanksi AS atas Iran akan menyebabkan Teheran bisa mendapatkan milyaran dolar, yang akan digunakannya untuk memperkuat IRGC dan faksi-faksi yang didukungnya di Kawasan. (HRY)

Kunci-kunci: Israel ، Cemaskan ، Diplomasi Senyum ، Iran-UEA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: