
Menurut Iqna mengutip Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam, Yousef Ismailzadeh, Duta Besar dan Abdul Majid Abolqasimi, Konselor Kebudayaan Iran di Filipina bersama Mamun Diong, Ketua Komisi Nasional Muslim Filipina (Kementerian Urusan Muslim) di kantornya di Key Zone City bertemu dan berbicara di Manila.
Dalam pertemuan yang dihadiri pejabat tinggi Komisi Urusan Muslim Filipina ini, kedua belah pihak saling bertukar pandangan tentang berbagai hal.
Merujuk pada penistaan berulang kali terhadap kesucian Alquran, Ismailzadeh menekankan perlunya mengutuk tindakan ini dengan tegas.
Duta besar negara Iran menyampaikan kepada Mamun Diong undangan untuk berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-37, yang diberikan kepadanya oleh Konsultan Kebudayaan Iran.
Dia menekankan, selain kerjasama dalam program-program tersebut, kami ingin memiliki hubungan yang lebih luas dalam urusan ekonomi dan budaya, termasuk pengenalan perusahaan Muslim di Filipina untuk memperluas urusan ekonomi, untuk merefleksikan informasi-informasi ke Iran.
Dalam ucapannya, ketua Komisi Muslim Nasional Filipina mengatakan, pertama-tama, penistaan ini ditujukan kepada semua umat Islam di dunia, dan kedua, kita semua, baik Iran, Arab, atau kebangsaan lain, adalah Muslim dan Komisi Muslim Filipina adalah salah satu organisasi Islam pertama yang mengutuk penistaan terhadap Alquran.
Mamun Diong menambahkan, Alquran adalah kitab milik seluruh masyarakat manusia dan kita semua umat Islam harus menunjukkan bahwa kita mampu mengatur seluruh masyarakat.
Dia menekankan perlunya memperluas kerja sama ekonomi, budaya dan akademik antara kedua negara. “Iran adalah salah satu negara teratas di dunia dan kami mengetahuinya dengan sangat baik,” ucapnya. (HRY)