IQNA

Istighfar dalam Alquran/ 6

Dampak Istighfar dalam Ampunan Dosa dan Pembebasan dari Neraka

8:13 - December 24, 2025
Berita ID: 3483175
IQNA - Istighfar memiliki banyak pengaruh, tetapi tujuan terpenting dan langsung dari mereka yang memohon ampunan adalah pengampunan dosa.

Pentingnya pengaruh memohon ampunan ini adalah bahwa jika seseorang dapat terbebas dari api neraka dengan mengampuni dosa-dosanya, ia telah mencapai keselamatan dan pembebasan abadi:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan”. (QS. Ali Imran: 185)

Banyak ayat yang merujuk pada pengampunan dosa melalui istighfar; misalnya, dalam surah Al-Imran, terdapat ajakan untuk bersegera menuju ampunan dan surga yang kekal (Al-Imran: 133). Kemudian, sambil menyebutkan beberapa amal kebaikan, Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali Imran: 134), yang menunjukkan bahwa memberi di saat kesulitan atau kelimpahan, menekan amarah, memaafkan kesalahan orang lain, dan bersikap baik kepada mereka memiliki pengaruh terhadap pengampunan dosa.

Lebih lanjut, Allah swt telah berfirman:

وَ الَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَ مَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَ لَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَ هُمْ يَعْلَمُونَ

Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya)”. (QS. Ali Imran: 135) Dalam ayat ini menyebutkan syarat-syarat untuk istighfar yang memiliki dampak pengampunan dosa.

Pada ayat berikutnya, selaras dengan ayat pembuka (QS. Ali Imran: 133), disebutkan dua pahala, yang pertama adalah pengampunan dosa:

أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَ نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal saleh)”. (QS. Ali Imran: 136) Ungkapan akhir dari ayat ini menunjukkan bahwa istighfar dianggap sebagai sebuah tindakan dan bukan hanya sekadar ingatan yang tulus dan diucapkan secara lisan. (HRY)

 

3495276

captcha