
Menurut Iqna mengutip SANA, bagian khusus kaligrafi Alquran yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Suriah di Pameran Buku Internasional Damaskus telah mendapat sambutan yang luas dan signifikan dari warga Suriah, dan sambutan ini mencerminkan peningkatan minat pada kaligrafi Arab sebagai seni penting untuk menyampaikan Alquran dan melestarikan estetika serta identitas bahasa Arab.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Wakaf Suriah untuk memperkuat hubungan dengan Alquran, melestarikan warisan Arab dan Islam yang otentik, serta membantu melestarikan identitas bahasa Arab melalui kaligrafi sebagai salah satu manifestasi budaya yang paling menonjol.
Adham al-Jaafari, anggota Komite Pencetakan Alquran Kementerian Wakaf Suriah dan master kaligrafi Arab, menjelaskan bahwa kaligrafi langsung disediakan bagi pengunjung atas permintaan mereka, dan mengatakan: "Ayat-ayat Alquran ditulis langsung dalam rasmul khat Utsmani, dan stan kementerian mencakup bagian khusus untuk memeriksa Alquran dan menulis huruf serta mengi’rabkan sesuai dengan aturan rasmul khat Alquran."

Al-Jaafari menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak hanya terbatas pada penulisan, tetapi juga mencakup pengenalan tahapan koreksi teks Alquran, yang dilakukan dengan partisipasi para profesor dari lembaga keagamaan dan sejumlah asisten mereka.
Perlu dicatat bahwa Pameran Buku Internasional Damaskus dimulai pada tanggal 5 Februari dan berlangsung hingga tanggal 16 Februari 2026. Sekitar 500 pusat penerbitan dan lembaga budaya dari 35 negara telah berkumpul dalam acara ini. (HRY)