
Menurut Iqna mengutip Al-Kafeel, Pusat Al-Fadhl untuk Pelestarian dan Konservasi Warisan Manuskrip dan Pengarsipan Dokumen di Perpustakaan makam suci Abbasi (as), yang berafiliasi dengan Departemen Urusan Intelektual dan Kebudayaan makam Abbasi (as), melaksanakan restorasi dan pengawasan pekerjaan ini sesuai dengan standar ilmiah dan teknis yang ditetapkan untuk pelestarian dan konservasi manuskrip.
Laith Lotfi, direktur pusat tersebut, menyatakan: "Staf pusat telah menyelesaikan restorasi salinan Alquran yang sangat indah, yang dianggap sebagai salah satu manuskrip paling langka yang disimpan dalam koleksi bersejarah perbendaharaan makam suci Kadzimain."
“Proses restorasi melewati beberapa tahapan khusus, termasuk mendokumentasikan foto dan tulisan manuskrip, mengurutkan halamannya berdasarkan pola urutan numerik, melakukan pengujian biologis dan kimia yang diperlukan untuk menentukan kondisinya, dan mengembangkan metode pelestarian yang sesuai,” imbuhnya.
Lotfi menjelaskan bahwa tim khusus tersebut melakukan serangkaian tindakan teknis yang cermat, termasuk pembersihan mekanis, penggantian bagian yang hilang dan rusak, penjahitan dan penjilidan, serta metode teknis lainnya yang membantu memulihkan manuskrip dan melestarikan warisan serta nilai ilmiahnya.
Ia menekankan bahwa restorasi membantu memperpanjang umur manuskrip langka dan melindunginya dari kerusakan, memastikan nilai ilmiah dan historisnya bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Pusat Pelestarian dan Konservasi Warisan Manuskrip dan Arsip Al-Fadhl terus berupaya melestarikan dan merestorasi manuskrip dan dokumen langka, serta berusaha untuk melestarikan, menjaga, dan mewariskan warisan Islam kepada generasi mendatang. (HRY)