
Menurut Iqna, program tersebut diluncurkan dengan kehadiran Syekh Abdul Mahdi Karbalaei, perwakilan otoritas keagamaan Irak, dan Hassan Rashid Al-Abaiji, pengelola makam suci Huseini.
Sayyid Riyadh Saeed Al-Hakim, seorang pengajar hauzah ilmiah, mengatakan dalam pidatonya pada kesempatan dimulainya kegiatan Pekan Alquran Internasional di makam Huseini: “Alquran adalah mukjizat abadi Islam dan pelestari identitas umat Islam di berbagai zaman, serta merupakan alat yang efektif untuk menyampaikan pesan dan membimbing umat manusia”.
“Alquran memainkan peran mendasar dalam kehidupan bangsa dan, sebagai mukjizat abadi, menyampaikan keabadian pesan Islam kepada dunia,” imbuhnya.
Sayyid Riyadh Saeed Al-Hakim juga menyatakan bahwa meskipun telah berlalu lebih dari empat belas abad sejak risalah Nabi Muhammad (saw), Alquran telah memainkan peran dalam melestarikan prinsip-prinsip keyakinan Muslim dan telah menjadi faktor kunci dalam melestarikan identitas Islam.
“Peran ketiga Alquran terletak pada dampaknya secara langsung pada hati dan pikiran, karena ia adalah kitab yang dibedakan oleh kefasihan, retorika, dan gaya yang berpengaruh,” imbuhnya.
Ia melanjutkan: “Kegiatan dan acara Alquran membantu menyatukan umat Muslim di bawah naungan Alquran dan memperkuat kesamaan mereka”.
Saeed Al-Hakim juga menekankan: “Inisiatif-inisiatif seperti itu menciptakan suasana persatuan bagi komunitas Muslim, terlepas dari perbedaan pendapat dan interpretasi.”
Pekan Alquran Internasional Karbala diadakan di makam suci Imam Husein (as) dengan partisipasi luas dari para aktivis Alquran dari dalam dan luar Irak. Tujuannya adalah untuk menyebarkan budaya Alquran dan memperkuat kehadiran Alquran di masyarakat.
Pekan Alquran ini akan berlangsung hingga 11 Juni dan mencakup Penghargaan Tilawah dan Hafalan Alquran Internasional Karbala kelima, Kompetisi Internasional Tunas-tunas Muda Pertama, Pameran Kaligrafi Arab Internasional Keempat, dan beberapa acara ilmiah, budaya, dan seni khusus. (HRY)