IQNA

12:32 - August 10, 2026
Berita ID: 3484007

Rencana Jepang untuk Rambah Pasar Halal Malaysia

IQNA - Seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk makanan halal Jepang di Malaysia, perusahaan-perusahaan Jepang memberikan perhatian khusus pada pasar yang sedang berkembang ini.

Rambah Pasar Halal Malaysia

Menurut Iqna mengutip Malay Mail, Malaysia dengan cepat menjadi pasar utama bagi produk makanan Jepang, ekspor Jepang ke negara tersebut meningkat sebesar 42,3 persen dalam lima bulan pertama tahun ini.

Koichi Takano, Direktur Pelaksana Japan External Trade Organisation (JETRO) di Kuala Lumpur, menyatakan bahwa peringkat Malaysia sebagai tujuan ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan makanan Jepang telah naik ke posisi ke-10, dari sebelumnya di posisi ke-13.

"Malaysia kini menempati peringkat ke-10 di antara seluruh tujuan ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan pangan Jepang," ujarnya dalam wawancara dengan Bernama saat acara Seri Kuliah Kuliner Jepang JETRO yang baru-baru ini diselenggarakan di Taylor's University.

Ia mengatakan hal ini menyoroti semakin pentingnya posisi Malaysia sebagai pasar utama bagi Jepang di Asia Tenggara, serta mencerminkan pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan terhadap produk pangan Jepang di kalangan konsumen dan pelaku usaha di Malaysia.

Data dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menunjukkan bahwa ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan pangan ke Malaysia mencapai 29,1 miliar yen (756,6 juta ringgit) pada tahun 2025, meningkat sebesar 26,3 persen dibandingkan tahun 2024.

Tren tersebut semakin menguat tahun ini, dengan nilai ekspor mencapai 15 miliar yen (390 juta ringgit) pada periode Januari hingga Mei, meningkat 42,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data menunjukkan bahwa produk pertanian menyumbang sekitar 70 persen dari total ekspor, sementara produk hasil laut mencakup sekitar 29 persen.

Bagi perusahaan-perusahaan Jepang, daya tarik Malaysia melampaui sekadar meningkatnya minat masyarakat setempat terhadap sushi, ramen, dan kuliner Jepang lainnya.

Takano mengatakan bahwa permintaan juga meningkat seiring dengan semakin dikenalnya kuliner tradisional Jepang, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2013.

Ia mengatakan bahwa e-commerce dan meningkatnya jumlah warga Malaysia yang bepergian ke Jepang turut menciptakan permintaan terhadap produk makanan Jepang.

“Menjamurnya restoran Jepang di seluruh dunia menunjukkan bahwa kuliner Jepang telah memiliki posisi yang kuat di kancah internasional,” ungkapnya.

Lonjakan ekspor pangan Jepang secara luas juga kian menguat; ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, serta produk pangan pada semester pertama tahun 2026 meningkat sebesar 10,9% secara tahunan menjadi 897,7 miliar yen (23,2 miliar ringgit), yang merupakan rekor tertinggi untuk periode tersebut. 

Kyodo News yang berbasis di Tokyo melaporkan bahwa teh hijau termasuk salah satu produk yang mencatat peningkatan signifikan, didorong oleh tren global Matcha serta pertumbuhan pariwisata yang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kuliner Jepang.

Takano memandang Malaysia lebih dari sekadar pasar tujuan akhir bagi produk makanan Jepang; ia melihatnya sebagai batu loncatan potensial untuk memasarkan produk Jepang ke seluruh kawasan ASEAN dan pasar-pasar lain yang berpenduduk mayoritas Muslim.

“Ini adalah pasar yang multietnis dan multikultural, yang terbiasa dengan beragam tradisi kuliner serta sajian masakan internasional”, ujarnya.

Ia mengatakan Negara ini juga diuntungkan oleh penggunaan bahasa Inggris yang luas, jaringan hotel internasional yang berkembang, produsen makanan halal dan institusi pendidikan, serta sistem sertifikasi halal, kemampuan pengolahan pangan, dan infrastruktur logistic.

Oleh karena itu, bagi perusahaan Jepang yang ingin berekspansi ke luar pasar tradisional, ekosistem halal Malaysia dapat memberikan keuntungan bisnis.

Takano mengatakan bahwa kombinasi antara pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, kesiapan halal, dan jaringan distribusi yang efisien dapat menjadi model untuk membawa makanan dan produk pangan Jepang ke pasar ASEAN lainnya serta pasar di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. (HRY)

 

4368777

Kunci-kunci: Rencana ، jepang ، Pasar Halal ، malaysia
captcha