Menurut Iqna, rapat markas besar penyelenggara Musabaqoh Alquran Internasional diadakan pada hari Selasa, 21 Juli, dengan dihadiri oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Seyed Mehdi Khamoshi, Kepala Organisasi Wakaf dan Urusan Amal, Hujjatul Islam Gholamreza Adel, Wakil Kepala Urusan Kebudayaan dan Sosial Organisasi Wakaf, Mehdi Ghareshaikhloo, Sekretaris Markas Besar Koordinasi Tertinggi untuk Musabaqoh Alquran Nasional, Hujjatul Isalam Seyed Naseruddin Nourizadeh, Kepala Pusat Urusan Alquran Organisasi Wakaf, dan sekelompok pengurus organisasi tersebut.
Dalam pertemuan ini, Hujjatul Islam wal Muslimin Seyed Mehdi Khamoshi menekankan bahwa kegiatan Alquran menyelamatkan jiwa dan menyatakan: "Jika kondisinya memungkinkan, tahap final Musabaqoh Alquran Nasional ke-49 akan diadakan di Provinsi Sistan dan Baluchestan, jika tidak, Teheran akan menjadi tuan rumah musabaqoh ini. Selain itu, jika kondisi untuk kehadiran para peserta tidak memungkinkan, musabaqoh akan diadakan secara virtual."
Ia juga menyinggung musabaqoh Alquran internasional dan mengatakan: "Musabaqoh ini juga akan diadakan secara langsung atau daring, tergantung pada kondisi negara. Selama pandemi Coviid-19, Republik Islam Iran adalah satu-satunya negara yang menyelenggarakan musabaqoh Alquran internasional tanpa gangguan dan secara virtual."
Menyebutkan bahwa tahun ini adalah tahun pertama penyelenggaraan musabaqoh Alquran setelah kehilangan pemimpin revolusi Islam Iran, ia menambahkan: "Kita harus menyelenggarakan program yang paling membanggakan dan megah agar kita dapat memenuhi misi Alquran ini dengan sebaik mungkin."
Pada bagian lain dari pertemuan tersebut, Mehdi Ghareshikhlou, Sekretaris Markas Besar Koordinasi Tertinggi untuk Musabaqoh Alquran Nasional, saat menyampaikan saran tentang bagaimana menyelenggarakan musabaqoh Alquran nasional di Sistan dan Baluchestan, menjelaskan jadwal penyelenggaraan dua musabaqoh internasional dan mengatakan: "Mengingat penyelenggaraan dua musabaqoh internasional secara bersamaan, beberapa tahapan akan diadakan secara tatap muka; sedemikian rupa sehingga tahap pendahuluan dari babak sebelumnya akan diadakan secara virtual dan tahap final secara tatap muka, dan untuk babak baru, tahap semi-final akan diadakan secara virtual terlebih dahulu dan kemudian tahap final secara tatap muka." (HRY)