Menurut Iqna mengutip situs web makam Imam Husain, lebih dari 13.500 maukib dari dalam dan luar Irak telah terdaftar oleh makam suci Imam Husain (as) untuk berpartisipasi dalam acara Arbain tahun ini.
Muhammad Karim Aziz, kepala departemen maukib dan delegasi Husaini yang berafiliasi dengan makam Husaini, mengatakan dalam hal ini: "Sejauh ini, lebih dari 13.500 maukib dari berbagai provinsi di Irak dan beberapa negara Arab, Islam, dan asing telah terdaftar untuk memberikan layanan dan melakukan ritual berkabung selama hari-hari ziarah Arbain tahun ini".
Ia menambahkan: "Mengingat adanya maukib yang belum terdaftar, jumlah ini diperkirakan akan melebihi 16.000 maukib."
Muhammad Karim Aziz menjelaskan: Departemen delegasi dan maukib Husaini telah mengumumkan waktu keberangkatan dan kedatangan kelompok pelayat berdasarkan mekanisme khusus yang dikembangkan oleh komite pusat yang terdiri dari makam-makam suci Husaini dan Abbasi serta lembaga-lembaga pemerintah terkait.
Muhammad Karim Aziz menyatakan: “Jadwal kedatangan rombongan pelayat telah ditetapkan berdasarkan provinsi dan negara yang berbeda agar pergerakan para peziarah dan maukib di pelataran suci Imam Husain (as) dan area di Bainal Haramain dapat dilakukan dengan tertib dan mudah”.
Ia menekankan bahwa pihak pengelola makam Imam Husain (as) telah meminta para pejabat dari semua maukib dan delegasi untuk mematuhi instruksi yang telah dikeluarkan, termasuk spesifikasi kendaraan, ukuran dan daya pengeras suara, rute masuk, memastikan bahwa kelompok-kelompok tersebut masuk melalui gerbang yang telah ditentukan, dan mencapai tingkat organisasi dan ketelitian tertinggi.
Kepala departemen maukib dan delegasi Husaini yang berafiliasi dengan haram Husaini menyatakan: "Tujuan penerapan peraturan ini adalah untuk menampilkan citra yang benar dan tepat tentang ritual berkabung Husaini kepada dunia dan untuk menunjukkan tingkat ketertiban, koordinasi, dan kepatuhan yang tinggi terhadap aturan dalam penyelenggaraan ritual Arbain."
Dalam kerangka upaya pengorganisasian ini, makam suci Imam Husain (as) terus berupaya menciptakan kondisi terbaik untuk menerima kelompok pelayat dan pelayanan, memastikan kelancaran arus pergerakan, menjaga kesucian ritual, dan mencerminkan citra beradab dari ziarah Arbain kepada dunia. (HRY)