Untuk mendekati Bioskop Qurani dengan makna yang sesungguhnya, tidak hanya sekadar slogan, kita membutuhkan beberapa penegelola film yang tahu tentang Islam, sehingga di saat masuk dalam dunia film dan bioskop serta memproduksinya tidak lagi ada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran fikih dan Islam secara umum.
Farajullah Salahsyur, seorang produser film layar lebar menyatakan hal itu di saat melakukan wawancara dengan kru berita Iqna. Dia menambahkan karenanya kita harus mendidika SDM yang mengerti agama dan hukum Islam sehingga dapat memproduksi film-film yang selaras dengan nilai-nilai dan hukum Al Quran. Dan tidak ada yang dapat melakukan hal itu kecuali Hauzah Ilmiah (Pesantren Agama Islam).
Produser kawakan ini menyampaikan keyakinannya, bahwa Agama Islam dapat berjalan selaras dengan perkembangan Perfilman layar lebar dan dengan masuknya para pakar agama pada dunia perfilman maka akan keluar ke pasaran pruduk-produk film yang berkualitas tinggi.
Produser beberapa serial keagamaan seperti Nabi Yusuf as, Nabi Ayyub as dan Ashabul Kahfi menyatakan penyesalan adanya sebagian ruhaniawan yang belum memahami pentingnya Film dan bioskop sebagai media efektif , padahal umat Kristiani telah memulai hal itu dalam menyebarluaskan pemikiran dan ajaran agamanya.