
Menurut IQNA, mengutip Penasihat Kebudayaan Iran di Irak, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Neda Salimi, Penasihat Kebudayaan Iran menyebutnya sebagai contoh unik keberanian perempuan Muslim dan menekankan: "Pengorbanan kelas dunia Yang Mulia, yang menyelamatkan nyawa anak-anak tak berdosa dengan komitmen dan semangat kemanusiaan Anda, akan selamanya menjadi teladan bagi sejarah. Tindakan berharga ini atas nama bangsa yang bersahabat dan berterima kasih layak mendapatkan penghargaan tertinggi."
Neda Salimi dalam sebuah wawancara dengan wartawan, menceritakan kembali momen-momen mengerikan dari insiden tersebut, mengatakan: "Pada saat-saat kritis itu, rasa takut menguasai seluruh diri manusia, tetapi yang membuat saya tergerak adalah rasa tanggung jawab terhadap ketiga bayi itu. Mereka adalah amanah ilahi yang bahkan belum lahir selama satu jam dan ibu mereka berada di ruang operasi. Ketika saya melihat wajah polos mereka, dalam sekejap cinta mengalahkan rasa takut saya dan saya memutuskan untuk memeluk mereka dan menyelamatkan mereka."Ketika ditanya pesan apa yang ingin ia sampaikan kepada bayi-bayi ini ketika mereka dewasa, perawat yang berdedikasi itu berkata: "Saya ingin memberi tahu mereka bahwa kalian adalah anugerah kehidupan dari Tuhan. Jangan pernah lupa bahwa hidup adalah keajaiban yang membutuhkan kebaikan dan iman. Saya berharap mereka akan menjadi orang-orang yang berguna dan berjiwa melayani di masa depan, dan bahwa sebagaimana kami bersama mereka di saat-saat tersulit, mereka juga akan bersama sesama warga negara dan komunitas Muslim di saat-saat sulit."
Salimi di bagian lain pidatonya, menganggap keperawatan lebih dari sekadar pekerjaan, menambahkan: "Keberhasilan dalam keperawatan bukan hanya tentang pengetahuan teknis; ini juga tentang seni menjadi manusia dan memiliki hati yang penuh kasih sayang. Perawat yang sukses adalah seseorang yang, di saat-saat tergelap penderitaan pasien, menyalakan secercah harapan di hati mereka."
Sekelompok perawat terpilih dan manajer rumah sakit serta pusat kesehatan, profesor universitas, dan tokoh budaya hadir dalam pertemuan daring ini, dan mereka menyampaikan rasa terima kasih dan kekaguman mereka atas tindakan berani dan pengorbanan perawat tersebut, menganggapnya sebagai panutan seorang wanita Muslim yang berkomitmen.