IQNA

9:47 - May 15, 2007
Berita ID: 1545349
Israel merencanakan untuk melakukan suntikan dana sebesar 1,5 Milyard ke kawasan Al Quds guna membangun Al Quds yang Yahudi
Iqna merilis dari situs Islamonline, beberapa hari yang lalu pada peringatan tahunan ke empat puluh perluasan tanah pendudukan mencakup sebelah timur Baytul Maqdis, Rianan Diynvar, Pimpinan kantor PM Israel mengatakan, bahwa program penyuntikan dana tersebut dalam rangka menguatkan perekonomian kota tersebut.
Suntikan dana sebesar 1.450.000.000 Dolar Amerika ke kawasan Al Quds sebenarnya selain untuk menyelesaikan beberapa problem ekonomi dan kemasyarakatan di sana, ia juga merupakan “sogokan” bagi orang-orang yahudi agar tetap sudi tinggal di kota tersebut.
Sebagian sumber menyebutkan, bahwa kebijakan ini diambil setelah adanya laporan, bahwa ada penambahan populasi penduduk muslim sebanyak 20 % selama sepuluh tahun terakhir dan potensi untuk lebih besar lagi adalah sangatlah besar.
Dalam hal ini pemimpin kota (Bupati) Baitul Maqdis mengatakan, bahwa jika program ini tidak dilaksanakan, maka kendali kota akan beralih ke tangan orang-orang Palestina.
Diantara program yang mereka lakukan agar menarik orang-orang yahudi untuk tinggal dan menanam modalnya di kota Al Quds adalah menurunkan pajak mereka, memberikan pinjaman hutang bagi yang akan membuka lapangan pekerjaan, memberi bantuan bagi LSM, pemindahan semua kantor-kantor kenegaraan dan kementrian ke kota Al Quds, kecuali kemntrian pertahanan. Tidak dipungutnya biaya bagi yang akan memindahkan kantornya ke sana, membangunan komplek perumahan baru dan dibangunnya pusat penelitian Yerussalemologi yang baru.
Sebagaimana pada minggu kemarin Israel juga melaporkan telah rampungnya pembangunan komplek perumahan yahudi sebanyak 20 ribu unit rumah.

Menanggapi hal itu, Mustafa Barghuti, Mentri Intelejen Palestina menyampaikan ketidaksetujuannya dan bahkan mengutuk program tersebut dan mengatakan pada para wartawan Prancis, bahwa program ini merupakan tindakan yang merobek-robek anyaman perdamaian yang telah dirajut dan merupakan upaya untuk melakukan konfrontasi dengan pemerintahan otonomi Palestina. Dan jelas-jelas Israel tidak menginginkan perdamaian.
123570

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\