IQNA

16:08 - June 26, 2007
Berita ID: 1557319

Memerangi Keinginan Hawa Nafsu adalah Kunci Keberhasilan Merealisasikan "Kesatuan Umat"

Al Quran menyebutkan tindakan merusak persatuan kaum Islam dengan istilah "Al Baghyu" dan "Fitnah" karenanya persatuan akan terealisasi dengan meletakkan kepentingan umat di atas segala kepentingan diri sendiri yang disebut oleh AL Quran dengan "Hawa Nafsu"

Ayatullah Sayyid Mohammad Khamenei, Ketua Yayasan Hikmah Shadra dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu serta menambahkan, bahwa di saat Al Quran menyebutkan kata "umat yang satu" maksudnya adalah seluruh manusia di setiap zaman dan tempat. artinya seluruh pribadi manusia yang hidup di atas muka bumi semuanya diliputi oleh hukum, agama, karunia serta kekuasaan Allah tanpa membedakan suku, letak geografis dan hal-hal partikuler lainnya.

Penulis buku "Mulla Sadra; Hermonitik dan Interpretasi Firman Tuhan" menjelaskan, bahwa firman Tuhan itu pada awalnya ditujukan kepada semua manusia, karena semua adalah anggota keluarga Tuhan seperti di dalam sebuah hadits disebutkan: "bahwa Manusia adalah keluarga Allah . . ." karenanya semua harus patuh dan mengikuti hukum Tuhan. Namun kemudian pada tingkatan ke dua manusia terbagi pada dua kelompok; kafir dan mukmin. kaum mukmin adalah kelompok yang berada pada titik pertengahan, moderat dan diterima oleh Tuhan sehingga sebagai kebanggaan dipanggil dengan istilah khusus oleh Tuhan dengan panggilan: " Wahai orang-orang yang beriman . . ."

Khamenei berkenaan dengan praktik wacana persatuan menurut pandangan Al Quran di Iran menyebutkan, bahwa masyarakat Islam secara alami telah berada di bawah satu payung dan menganggap segal tindakan yang merusak persatuan sebagai tindakan kemunafikan dan kesesatan bahkan kadang-kadang dengan istilah kekafiran. hal itu karena tindakan tersebut adalah bertentangan dengan kondisi awal yang semestinya. seharusnya masyarakat Islam yang memiliki satu Tuhan, satu Quran dan satu Nabi serta satu hadis (ajaran) tidaklah boleh terpecah.

Menurutnya faktor penyebab terjadinya perpecahan adalah masalah internal dan eksternal. internal bersumber dari hawa nafsu dan keinginan untuk menguasai dan mencari kepentingan yang tidak legal dan setani adapun eksternal adalah segala tindakan yang keluar dari koridor.

Al Quran menyebutkan tindakan merusak persatuan kaum Islam dengan istilah "Al Baghyu" dan "Fitnah" karenanya persatuan akan terealisasi dengan meletakkan kepentingan umat di atas segala kepentingan diri sendiri yang disebut oleh AL Quran dengan "Hawa Nafsu" tambahnya.

134310.
captcha